Jumat, 01/04/2011 07:45 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Menunggu Rilis Inflasi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat pada perdagangan terakhir di kuartal I-2011. Investor memburu saham-saham didorong oleh membaiknya laporan keuangan sejumlah emiten besar. Pada perdagangan, Kamis (31/3/2011), IHSG bertambah 37,696 poin (1,03%) ke level 3.678,674. Sementara Indeks LQ 45 menguat 8,173 poin (1,25%) ke level 659,054. "IHSG kembali melanjutkan penguatan menjelang rilis inflasi di bulan Maret. Selain itu, investor juga mengapresiasi banyaknya laporan keuangan yang dirilis," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Investor akan menantikan angka inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Pada Maret, BPS memperkirakan terjadi deflasi seiring banyaknya panen raya. Namun mengikuti pola di akhir pekan, IHSG dimungkinkan untuk melemah lagi. Pada perdagangan Jumat (1/4/2011), IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Bursa Wall Street tadi malam melemah tipis karena investor menunggu angka pengangguran yang akan dirilis Jumat untuk dijadikan katalis. Namun Wall Street berhasil mencetak gain yang solid selama triwulan I-2011. Pada perdagangan Kamis (31/3/2011), indeks Dow Jones melemah tipis 30,88 poin (0,25%) ke level 12.319,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,43 poin (0,18%) ke level 1.325,83 dan Nasdaq menguat 4,28 poin (0,15%) ke level 2.781,07. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Jumat di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 46,03 poin (0,47%) ke level 9.801,13.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG kemarin naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 dengan volume transaksi sebesar 8.8 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 7.3 triliun. Tercatat sebanyak 119 saham mengalami kenaikan, 93 saham mengalami penurunan, 88 saham tidak mengalami perubahan, dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG hari ini kembali melanjutkan kenaikan yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan hari ini direspon positif oleh pasar.
Kenaikan IHSG dipimpin oleh sektor perbankan, dipicu oleh keluarnya sejumlah laporan keuangan emiten yang direspon positif oleh investor serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. IHSG hari ini ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI hari ini masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.
Bursa regional kemarin mayoritas mengalami kenaikan kecuali bursa China dan Thailand, sementara Rupiah diperdagangkan menguat 12 point terhadap US Dollar yaitu sebesar Rp8,708 per US Dollar. Pada perdagangan besok diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
Jumat, 01/04/2011 08:15 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Kamis (31/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 30 point (-0.25%) ke level 12,319.73 menyusul keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 388 ribu, lebih tinggi dari estimasi semula sebesar 380 ribu, serta pernyataan bank sentral AS, The Fed, yang kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga AS. Minyak light sweet Nymex kembali diperdagangkan naik 0.16% ke harga $107 per barel, masih dikarenakan krisis yang terjadi di Libia, negara penghasil minyak terbesar ketiga Afrika.
IHSG kemarin (31/3) ditutup naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 karena keluarnya laporan keuangan emiten serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG kembali melanjutkan kenaikan hari sebelumnya yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan itu direspon positif oleh pasar.
Candlestick ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.Pada perdagangan hari ini (1/4) diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
News & Analysis
- CMNP : Laba 2010 Naik 331%
- GIAA : Garuda Tidak Bagi Dividen pada Tahun Ini
- UNTR : Right Issue Rp 6 T, Saham Baru Diskon 30%
Economic & Strategy
- Economy: BPS: Maret Dipastikan Deflasi
- Industry: Aturan Tax Holiday Terbit April
Chart in Focus
- LSIP (BoW)
- PTBA (BoW)
- PGAS (Trading Buy)
- BJBR (SoS)
- BMRI (SoS)
- KLBF (SoS).
Selasa, 29/03/2011 08:59 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - IHSG kemarin (28/3) turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade. Asing kemarin (28/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham – saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR. Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.
Kami melihat pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549 – 3,637 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
IHSG Potensi Rebound, Pilih Saham Bank
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Rabu (30/3) berpotensi rebound. Saham dari sektor perbankan bisa menjadi pilihan.
Analis MNC Sekuritas Reza Nugraha mengatakan, peluang rebound IHSG masih terbuka hari ini.
Terutama karena ada pembelian masif di menit terakhir perdangangan Selasa kemarin. Namun, rebound indeks sedikit tertahan oleh makin buruknya radiasi nuklir di Jepang dan biaya pembagunan kembali yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara maju ini.“IHSG akan bergerak di kisaran 3.550 – 3600,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, pemicu pembalikan arah bursa adalah ekspektasi deflasi Maret. Karena panen raya mulai berlangsung bulan ini, maka akan meredam inflasi tiga bulan ke depan. Selain itu setelah hampir seluruh emiten melaporkan kinerja baik selama 2010, investor mulai memperhitungkan laporan kuartal pertama 2011 dan pembagian dividen Sektor perbankan diperkirakan akan memicu rebound lanjutan IHSG, karena dampak deflasi hingga 3 bulan ini akan membuat bank masih bisa melanjutkan ekspansi kredit, terutama bank-bank yang kuat permodalannya. Beberapa saham perbankan yang direkomendasikan Reza adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” katanya.
Pada perdagangan Selasa (29/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 11,344 poin (0,32%) ke level 3.591,515. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3.601 miliar lembar saham, senilai Rp 4,284 triliun dan frekuensi 88.651 kali.Sebanyak 112 saham naik, 104 saham turun, dan 90 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp101 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,371 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,270 triliun. [mdr]
Inilah Saham Pilihan Selasa (29/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Indeks saham pada perdagangan Selasa (29/3) diperkirakan masih cenderung bergerak mixed di kisaran 3.591-3.620. Pasar akan ditopang sektor perbankan, properti dan semen.
Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. "Kami melihat tekanan indeks akan mulai berkurang besok (hari ini). Dapat diperhatikan peluang trading pada saham sektor perbankan, properti, dan semen. Saham pilihan kami BJBR,BORN, INTP dan GGRM," katanya. Kemarin indeks ditutup melemah melanjutkan profit taking yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kondisi Timur Tengah yang masih bergejolak, serta kekhawatiran dampak bencana di Jepang terhadap perekonomian mendorong indeks bergerak melemah kemarin.
Indeks kemarin ditutup turun 4,25 poin (0,12%) ke 3.602,86. Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar saham senilai Rp2,8 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp199,02 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp984,4 miliar dan pembelian asing sebesar Rp785,4 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko menilai konsolidasi di IHSG akibat beberapa big cap index movers terkoreksi dari keadaan jenuh beli (overbought) dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi. Saham yang disarankan seperti Borneo Lumbung Energy (BORN) disarankan beli dengan target harga di 1.750 dari penutupan kemarin di 1.670. Strategi masuk pertama di 1.600 dan kedua di 1.550 dengan cut loss di 1.500.
Saham Krakatau Steel (KRAS) disarankan beli dengan target harga di 1.260 dari penutupan kemarin di 1.190. Strategi masuk pertama di 1.180 dan kedua di 1.150 dengan cut loss di 1.100. Naiknya biaya produksi baja akibat minyak dan batubara yang melambung tinggi akan memaksa produsen baja menaikan harga untuk offset cost. Secara technical sudah terjadi golden cross dari 5 dan 10 MA harian dan mingguan untuk konfirmasi tren sudah mulai berubah dari sideways ke positif. Selain itu saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target harga di 3.900 dari penutupan kemarin di 3.750. Strategi masuk pertama di 3.675 dan kedua di 3.550 dengan cut loss di 3.500.
Saham Astra Agro Lestasi (AALI) disarankan beli dengan target harga di 23.550 dari penutupan kemarin di 22.900. Strategi masuk pertama di 22.500 dan kedua di 22.150 dengan cut loss di 21.800. Selain rencana pembayaran dividen sebesar Rp.896/saham, kenaikan 10% di harga CPO akan mendongkrak laba 2011 hingga 18%. Dengan asumsi CPO di atas US$1000/ton maka pertumbuhan laba AALI year on year sebesar 40%.
Selasa, 29/03/2011 07:44 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Dibayangi Kelesuan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah menyusul profit taking atas saham-saham unggulan. Namun pelemahan IHSG bisa diperkecil menjelang akhir perdagangan. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), IHSG tercatat hanya melemah 4,254 poin (0,12%) ke level 3.602,859. Indeks LQ 45 juga melemah 2,247 poin (0,35%) ke level 645,314. "IHSG masih melanjutkan pelemahannya kemarin setelah di akhir pekan didera aksi profit taking investor lokal. Saham-saham yang telah mengalami penguatan cukup besar terkena aksi jual oleh investor. Ditengah kondisi ketidakpastian seperti sekarang ini, investor lebih cepat memutuskan untuk mengamankan portofolio," ujarReza Priyambada, Managing Research dari Indosurya Asset Management.
Pelemahan IHSG diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (29/3/2011). Lesunya bursa global akan membuat investor lebih berhati-hati. Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemaRh tipis seiring memudarnya optimisme laporankeuangan dan juga ketidakpastian situasi global. Volume perdagangan lagi-lagi mencatat rekor terendahnya sepanjang tahun ini. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 22,71 poin (0,19%) ke level 12.197,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,61 poin (0,27%) ke level 1.310,19 dan Nasdaq melemah 12,38 poin (0,45%) ke level 2.730,68. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini dengan koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau melemah 87,23 poin(0,29%) ke level 9.391,30.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Kemarin IHSG ditutup turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.9 juta lot dan senilai Rp3.03 triliun dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade.
Tercatat sebanyak 107 saham mengalami kenaikan, 95 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Asing hari ini justru tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR.
Penurunan indeks hari ini, yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking investor serta turunnya saham-saham big caps, seirama dengan mayoritas bursa regional yang juga mengalami penurunan. Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.
Kami melihat pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan besok (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549-3,637 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
Inilah Saham Pilihan Senin (28/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (28/3) diperkirakan akan mendatar di kisaran 3.600. Faktor eksternal masih mendominasi pasar setelah laporan kuartal IV keluar.
Demikian dikutip dari hasil riset pengamat pasar modal Desmond Wira kemarin. "Dari dalam negeri investor akan menunggu sampai akhir bulan hingga mendapatkan kejelasan tentang inflasi Maret. Saya perkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi di level 3.600," tulisnya. Untuk faktor eksternal pertama kabar nuklir Jepang kembali meningkat radiasinya. Kedua faktor Timur Tengah dengan Libya masih bergolak ditambah Suriah mulai berdemo. Ketiga faktor krisis Portugal yang semakin terlilit utang.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks ditutup turun 0,13% ke level 3.606,77. Asing masih bertahan di pasar dengan lebih banyak melakukan pembelian atau sebesar Rp1,93 triliun dan terjadi net foreign buysebesar Rp599,11 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko merekomendasikan saham UNTR, ASII, INDF dan ADRO untuk dibeli pada hari ini. Menurutnya, bila indeks turun maka berarti mulai pada trend konsolidasi.
Saham United Tractors (UNTR) disarankan beli dengan target harga di 23.200 dari penutupan pekan lalu di 22.550. Strategi masuk pertama di 22.350 dan kedua di 22.000 dengan cut loss di 21.900. UNTR memiliki kontribusi dari segi bisnis di pertambangan batubara. Saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harag di 58.350 dari penutupan pekan lalu di 57.900. Strategi masuk pertama di 56.900 dan kedua di 56.200 dengan cut loss di 55.600.
Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.350 dari penutupan pekan lalu di 5.200. Strategi masuk pertama di 5.100 dan kedua di 5.000 dengan cut loss di 4.950.
Saham Adaro Energi (ADRO) disarankan beli dengan target harga di 2.450 dari penutupan pekan lalu di 2.275. Strategi masuk pertama di 2.2250 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.100. Pasar sekarang melihat ke potensi kenaikan harga ASP (average selling price) batubara di Q1 2011 dan efeknya terhadap pendapatan persero.
Senin, 28/03/2011 07:19 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Diintai Profit Taking Lanjutan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu kembali melaju menembus level 3.600 berkat dorongan optimisme laporan keuangan yang baik. Investor kembali memburu saham-saham seiring memudarnya kekhawatiran seputar krisis nuklir di Jepang dan kerusuhan di Libya. IHSG tercatat menguat hingga 113,97 poin (3,26%) ke level 3607.11, sementara Indeks LQ 45 menguat sebesar 16,9 poin (4,28%) ke level 647.56 sepanjang pekan lalu. Pergerakan IHSG pekan lalu adalah:
- Senin (21/3/2011), IHSG melaju 24,776 poin (0,70%) ke level 3.518,846.
- Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 1,125 poin (0,04%) ke level 3.517,721.
- Rabu (23/3/2011), IHSG naik 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231.
- Kamis (24/3/2011), IHSG melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641.
- Jumat (25/3/2011), IHSG turun tipis 4,528 poin (0,13%) ke level 3.607,113.
Sepanjang pekan lalu, sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah industri dasar yang menguat sebesar 26,51 poin (7,46%) ke level 382.06. Sementara sektor yang mengalami penguatan terkecil adalah sektor pertambangan yang ditutup menguat sebesar 10.71 poin (0.34%) ke level 3140.41. Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1935.71 milyar, terdiri dari akumulasi pembelian sebesar RP 7761.31 milyar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6397.89 miliar.
"Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu lalu dipengaruhi oleh euforia rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010 yang mencatat kinerja positif mulai meredakan kekhawatiran investor terhadap radiasi nuklir di Jepang serta kembali memanasnya konflik di timur tengah dan Libya," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities. Penguatan bursa utama dunia dan kuatnya laporan keuangan masih akan menjadi sentimen positif. Namun investor akan mulai berhati-hati sembari menunggu rilis angka inflasi dari Badan Pusat Statistik awal April nanti. IHSG pada perdagangan Senin (28/3/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.
"Kami melihat pada perdagangan minggu ini, Investor akan mulai mencermati proyeksi angka inflasi bulan Maret dan masih terus memantau rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010. Selain itu, perkembangan isu radiasi nuklir serta pemulihan pasca gempa Tsunami di Jepang dan krisis politik di Libya yang kembali memanas akibat serangan AS dan sekutunya terhadap pasukan pro Khadafi diperkirakan akan ikut memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu ini. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain BMRI, ADRO, dan BJBR," jelas Wisny.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali menguat didorong positifnya laporan keuangan dan data ekonomi. Pada perdagangan Jumat (25/3/2011), indeks Dow Jones menguat 50,03 poin (0,41%) ke level 12.220,59. Sementara indeks S&P 500 naik tipis 4,14 poin (0,32%) ke level 1.313,8. Lalu indeks Nasdaq naik 6,64 poin (0,24%) menjadi 2.743,06. Bursa Jepang mengawali pekan ini dengan penurunan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 14,73 poin (0,15%) ke level 9.521,40.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini: eTrading Securities:
Akhir pekan lalu IHSG bergerak turun 4 point (-0.13%) ke level 3,607.11 setelah sempat dibuka menguat di sesi 1, yang menjadikan IHSG satu – satunya yang bergerak anomali dibandingkan indeks regional yang ditutup naik, dikarenakan aksi profit taking yang dilakukan oleh sebagian besar investor domestik. Total transaksi hari ini tercatat senilai Rp5 triliun dengan volume sebanyak 6 juta lot dengan mayoritas sektor mengalami penurunan kecuali basic industri (+0.00%), miscellaneous industri (+1.67%), finance (+0.29%) dan manufacture (+0.24%). Saham-saham yang memimpin sentiment positif a.l. ASII, INDR, TPIA, MBAI dan BMRI. Sedangkan yang menjadi sentiment negatif a.l. ITMG, UNTR, UNVR, GGRM dan BFIN. Tercatat sebanyak 73 saham mengalami kenaikan, 107 saham mengalami penurunan, 102 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Investor asing justru tercatat melakukan net buy sebanyak Rp500 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ASII, BBRI, TLKM dan BBNI. Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi reversal hal ini terlihat dari tertahannya penguatan IHSG pada perdagangan kemarin karena tidak mampu menembus garis upper Bollinger band sementara candlestick IHSG membentuk pola spinning top setelah menguat selama dua hari bertuturut-turut. Indikator MACD Histogram masih bergerak di area positif sementara RSI mulai begreak reversal ke arah downtrend. Pada perdagangan hari ini (28/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,56-3,647 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, ASII, dan BLTA.
Jumat, 25/03/2011 07:40 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Kamis (24/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 84 point (+0.70%) ke level 12,170.56 menyusul laporan keuntungan beberapa perusahaan seperti Micron Tecnology Inc. (MU), Redhat Inc. (RHT) dan Amazon.com Inc. (AMZN) yang melebihi estimasi sebelumnya serta keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 382ribu, lebih rendah dari estimasi analis sebesar 383ribu.
Minyak mentah light sweet Nymex ditutup turun 0.07% di harga $105.53 per barel dikarenakan turunnya jumlah permintaan di AS dan Eropa mengimbangi ancaman kurangnya pasokan minyak dari Libia.IHSG sendiri kemarin (24/3) ditutup naik 55,4 point (+1.55%) ke level 3,611.64 dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Asing kemarin (24/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi adalah ASII, BBRI, TLKM, BUMI dan INTP.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (24/3) candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif selain itu, garis MA5 dan MA20 berhasil golden cross.Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band.Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.
News & Analysis
- ADHI : Adhi Karya Cetak Laba Rp 189 Miliar, Naik Tipis 14%
- BJBR : Bank Jabar Kucurkan KPR Rp400 Miliar di Depok
- BORN : Laba Borneo Lumbung Meroket 449%
- GJTL : Laba Bersih Turun 8.25%
- MASA : Jajaki Akuisisi Lahan
Economic & Strategy
Economy: Tak Mau 'Mengemis', RI Siapkan Asuransi Bencana
Chart in Focus
- BJBR (Spec Buy)
- JSMR (Spec Buy)
- BMRI (Trading Buy)
- PTBA (Trading Buy)
- BUMI (SoS)
- AALI (Trading Sell).
Inilah Saham Pilihan Jumat (25/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG gantian akan didorong sektor yang lain seperti konsumsi dan perbankan setelah selama dua hari mengalami penguatan. Indeks diperkirakan bergerak di 3.450-3.750.
Analis senior Yuganur Wijanarko dalam risetnya mengungkapkan indeks berada diatas moving average 50-hari (3.530) IHSG mulai mengalami perubahan dari non trending ke minor uptrending. Pergerakan akan dipimpin sektor konsumer dan perbankan dengan opsi ke sektro pertambangan seperti ANTM sebagai variasi dalam portofolio. Indeks kemarin ditutup naik 1,55% menembus level resistance baru di level 3.611,64. Asing terlihat lebih banyak membeli saham atau sekitar Rp2,18 triliun dengan net foreign buy sebesar Rp857,56 miliar.
Saham pilihan seperti saham Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di 5.450 dari penutupan kemarin di 5.200. Strategi masuk pertama di 5.150 dan kedua di 4.950 dengan cut loss di 4.850. Secara technical pasca pencetekan high di Rp.5.200 tren berubah dari sideways ke minor uptrending dengan zona resistance di Rp.5.350-5.500. Kenaikan harga komoditas terutama CPO merupakan anugerah untuk pendapatan divisi agri business persero.
Saham Bank Mandiri (BMRI) disarankan beli dengan target harga di 6.300 dari penutupan kemarin di 6.030. Strategi masuk pertama di 6.050 dan kedua di 5.950 dengan cut loss di 5.800. Saham Bank Central Asia (BBCA) disarankan beli dengan target harga di 7.100 dari penutupan kemarin di 6.850. Strategi masuk pertama di 6.800 dan kedua 6.600 dengan cut loss di 6.500. Hasil kinerja fundamentalnya (Net profit margin tertinggi 28%) membuktikan bawah bank ini pantas memiliki valuasi PER yang tinggi (premium) di sektornya. Secara teknikal mulai terlihat ada minor channel uptrend dengan misi mencoba membentuk new high diatas Rp.7.000.
Saham Aneka Tambang (ANTM) disarankan beli dengan target harga di 2.400 dari penutupan kemarin di 2.225. Strategi masuk pertama di 2.225 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.075. Beberapa katalis positif seperti ekspektasi kenaikan produksi ferronickel sebesar 24% dan emas 70% di 2011, harga emas, serta potensi upgrade proyeksi laba pasca laporan keuangan 2010 keluar mendorong ANTM membentuk minor uptrend.
Rekomendasi Saham,kamis 24 maret 2011
Penguatan IHSG Bisa Berlanjut
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menguat ditengah pergerakan bursa regional yang variatif. Semua sektor mengalami penguatan meski perdagangan masih tidak terlalu ramai. Pada perdagangan, Rabu (23/3/2011), IHSG ditutup bertambah 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,045 poin (1,44%) ke level 636,745.
Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Kamis (24/3/2011). Penguatan bursa-bursa utama dunia di tengah lonjakan harga komoditas akan menjadi sentimen positif yang menggerakkan IHSG ke teritori positif. Bursa Wall Street tadi malam menguat berkat kenaikan saham-saham material. Namun kenaikan indeks saham terganjal oleh lonjakan harga komoditas sehubungan memanasnya situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 67,39 poin (0,56%) ke level 12.086,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,77 poin (0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq menguat 14,43 poin (0,54%) ke level 2.698,30. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Kamis dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 30,30 poin (0,32%) ke level 9.479,77.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali menguat namun masih berada di area resisten sehingga masih rawan tekanan jual meskipun IHSG masih berpotensi untuk menguat. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3520-3590 dengan TINS dan UNTR sebagai saham pilihan.
eTrading Securities:
IHSG kemarin ditutup naik 38 point (+1.09%) ke level 3,556.23 dengan volume transaksi sebesar 5.7 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 4.1 triliun. Pergerakan indeks cukup menggembirakan karena diikuti oleh kenaikan seluruh sektor yang menjadi komponen indeks. Kenaikan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga naik kecuali indeks Jepang & Korea.
Tercatat sebanyak 134 saham mengalami kenaikan, 70 saham mengalami penurunan, 74 saham tidak mengalami perubahan dan 163 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. ITMG, INDS, UNTR, ASII dan AALI sementara yang mengalami penurunan tertinggi hari ini a.l. BATA, SCCO, ADMF, HRUM dan TFCO.
Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp193 miliar dengan sektor yang paling banyak dibeli adalah INDF, UNTR, SMGR, ITMG dan BUMI.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya hal ini didukung dari indicator MACD yang berpotensi golden cross dan MACD histogram yang semakin memendek mencoba memasuki wilayah positif serta garis MA 5 dan MA 20 yang berpotensi golden cross. Pada perdagangan hari ini (24/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,494-3,609 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNTR.
Ayo Koleksi Saham BUMI, KRAS, PTBA, ADRO
INILAH.COM, Jakarta - Penutupan IHSG di atas level resistance kunci di 3.530 atau ma-50 hari merupakan konfirmasi technical bahwa rally akan berlanjut ke 3.600.
Hal ini disampaikan Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Kamis (24/3). Dia memperkirakan level support IHSG berada di 3.475-3.450, sedang level resistance di 3.650-3.750.
Untuk saham-saham pilihan hari ini, dia merekomendasikan saham Bumi Resources (BUMI) dengan target price di level Rp3.250. Kemarin, saham BUMI ditutup di level Rp3.100. Proses re-financing utang sebesar $300 juta convertible bond dan $600 juta pinjaman dari CIC dan ekspansi yang berjalan on track, serta sinergi aliansi Bumi & Vallar yang dapat memperbaiki corporate governance, merupakan katalis untuk akumulasi. Entry (1) Rp3.050, Entry (2) Rp2.950, Cut loss point: Rp2.850.
Saham kedua yang layak dikoleksi adalah Krakatau Steel (KRAS) dengan target price di level Rp1.250. Kemarin saham ini ditutup di level Rp1.150. Kenaikan harga batubara otomatis serta terganggunya suplai dari Jepang akan membuat produsen baja menaikkan harga jual seiring dengan terkereknya permintaan sehingga menjadi sentimen positif untuk KRAS akan bergerak kembali di atas level psikologis Rp1.200. Entry (1) Rp1.140, Entry (2) Rp1.120, Cut loss point: Rp1.080. Pilihan saham lainnya adalah Bukit Asam (PTBA) dengan taerget price di level Rp21.850. Kemarin saham PTBA ditutup di level Rp20.750. Kenaikan proyeksi laba di 2011 sebesar 14% didorong oleh terkereknya harga batubara spot dari $105 ke $130 serta ASP (average selling price) batubara dari $75 ke $85 dapat offset kecewanya investor atas lambatnya pembangunan protek rel kereta api yang belum rampung. Entry: (1) Rp20.600, Entry (2) Rp20.200, Cut loss point: Rp19.800.
Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Adaro Energy (ADRO) (BUY) dengan target price di level Rp2.375. Kemarin saham ADRO ditutup di level Rp2.250. Downgrade fundamental sudah sepenuhnya terdiskon dalam penurunan harga yang cukup tajam ke daerah jenuh jual sehingga rekomen akumulasi untuk proses upward retracement. Entry (1) Rp2.200, Entry (2) Rp2.150, Cut loss point: Rp2.075.
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu (23/3)
INILAH.COM, Jakarta - Sentimen negatif dari rencana pemerintah untuk kembali melakukan proyek redominasi rupiah sedikit menahan kenaikan IHSG, namun tren masih positif untuk sektor konsumer, properti, dan perbankan.
Hal ini disampaikan analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Rabu (23/3). Yuga memprediksi level support IHSG berada di 3.475-3.450, dan level resistance di 3.650-3.750.
Yuga merekomendasikan buy untuk saham Indofood (INDF) dengan target price Rp.5.200 (close 22/3 Rp.5.000). Outlook konsumsi optimis, pangsa pasar signifikan yang dikuasai oleh Bogasari dapat mengurangi efek negatif dari naiknya harga bahan baku gandum sehingga margin masih bisa sustainable ke depan untuk proyeksi earnings menjadi katalis positif untuk akumulasi untuk membikin trading range baru di Rp5.000-5.200. Harga komoditas yang tinggi merupakan sentimen positif untuk unit CPO dan produksi gula. Entry (1) Rp4.950, Entry (2) Rp4.850, Cut loss point: Rp4.750.
Selain itu, Kalbe Farma (KLBF) juga menjadi rekomendasi HD Capital dengan target price di Rp3.125 (Close 22/3 Rp2.975). Permintaan obat yang inelastic terhadap inflasi dan kenaikan harga, outlook konsumsi dan daya beli yang meningkat. Penguatan rupiah yang menurunkan biaya bahan baku impor merupakan katalis positif untuk melirik saham farmasi ini yang sempat terkonsolidasi pascakoreksi dari rall ke Rp3.100 beberapa minggu lalu. Entry (1) Rp2.950, Entry (2) Rp2.850, Cut loss point: Rp2.750
Yuga juga mencatat saham United Tractors (UNTR) bisa dilirik dengan target price Rp23.550 (Close 22/3 Rp22.250). Dampak terhadap suplai spare part Komatsu pascagempa & tsunami Jepang sudah tercermin koreksi pasar. Sekarang pasar lebih melihat ke masuknya musim kemarau di bulan Mei, di mana diperkirakan akan terjadi kenaikan permintaan dari perkebunan (CPO) dan pertambangan (batubara). Bulan Januari, di mana biasanya terjadi penurunan, malah terjadi sebaliknya yaitu penjualan UNTR naik versus bulan sebelumnya tahun lalu. Entry: (1) Rp22.050, Entry (2) Rp21.600, Cut loss point: Rp21.400.
Selanjutnya yang menjadi saha pilihan hari ini adalah Alam Sutera (ASRI) dengan target price Rp275 (close 22/3 Rp265). Proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 80% untuk 3 tahun ke depan yang didorong oleh permintaan rumah di daerah Tangerang, landbank besar yang diperlukan untuk proyek ke depan dan manajemen yang baik dapat mendorong ASRI keluar dari proses konsolidasi ini dan resume up-trend kembali ke Rp275-290. Entry (1) Rp260, Entry (2) Rp250, Cut loss point: Rp235.
Peluang di Saham Bluechips & Lapis Dua.Rabu,23 Maret 2011.
INILAH.COM, Jakarta - Laju IHSG pada Rabu (23/3) diprediksi menguat. Aksi bargain hunting di saham-saham yang sudah mengalami koreksi tajam menjadi katalisnya. Cermati saham bluechips dan lapis dua.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/3) ditutup turun 1,13 poin (0,03%) ke 3.517,72. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 0,5 poin ke 627,7. Ukie Jaya Mahendra, Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hari ini akan menguat. “Indeks akan mengarah ke level resistance 3.530-3.535 dan 3.497 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/3) petang.
Menurutnya, potensi penguatan indeks hari ini dipicu aksi bargain hunting para pelaku pasar terutama pada saham-saham yang sudah mengalami pelemahan tajam. Di sisi lain, beberapa saham bluechips yang sudah menguat kemarin, masih akan melanjutkan kenaikan hari ini.
“Sebab, secara fundamental, saham-saham tersebut memang kuat sehingga masih diburu oleh investor asing,” ungkap Ukie. Kemarin pun menurutnya, pelaku pasar yang banyak melakukan aksi beli adalah investor asing. Belum lagi, saham bluechips yang memiliki aksi korporasi seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akhirnya resmi menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 88,65% saham Bank Agroniaga. “BRI pun menjadi emiten yang solid,” timpalnya.
Hanya saja, lanjut Ukie, market secara umum masih wait and see, sehingga tidak terlalu aktif dan laju perdagangannya menjadi terbatas. Menurutnya, market regional masih mencermati kondisi perang antara Sekutu dengan Libya. Ukie mengakui, pengaruh Jepang sudah tidak terlalu berpengaruh ke bursa. Pasar tinggal menunggu pengaruh negatifnya bagi perekonomian RI. Di sisi lain, pasar menantikan kinerja emiten yang belum merilis semua laporan keuangannya untuk kuartal keempat 2010. “Lalu, di akhir Maret ini, pasar juga masih menantikan inflasi dan ketetapan Bank Indonesia terkait suku bunga,” papar Ukie.
Sementara itu, lanjutnya, peluang kembalinya investor ke bursa Nikkei setelah mengalami pelemahan tajam, menurut Ukie tidak signifikan pengaruhnya bagi market domestik. Meskipun, untuk investor dari bursa AS dan Eropa bisa saja kembali bargaining hunting di bursa Jepang. “Kalau kabur dari Indonesia, enggak lah,” tukasnya.
Dalam situasi ini, Ukie merekomendasikan positif saham-saham bluechip di sektor perbankan, infrastruktur, pertambangan dan konsumsi. Tak ketinggalan beberapa saham lapis dua. Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).Lalu, lanjutnya, jika investor tertarik pada saham ‘gorengan’ bisa melirik saham-saham di second liner seperti PT Tempo Scan Pacific (TSPC) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM). “Saya rekomendasikan buy atau trading buy di level support untuk saham-saham tersebut,” imbuh Ukie. [mdr]
Jumat, 01/04/2011 07:45 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Menunggu Rilis Inflasi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat pada perdagangan terakhir di kuartal I-2011. Investor memburu saham-saham didorong oleh membaiknya laporan keuangan sejumlah emiten besar. Pada perdagangan, Kamis (31/3/2011), IHSG bertambah 37,696 poin (1,03%) ke level 3.678,674. Sementara Indeks LQ 45 menguat 8,173 poin (1,25%) ke level 659,054. "IHSG kembali melanjutkan penguatan menjelang rilis inflasi di bulan Maret. Selain itu, investor juga mengapresiasi banyaknya laporan keuangan yang dirilis," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Investor akan menantikan angka inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Pada Maret, BPS memperkirakan terjadi deflasi seiring banyaknya panen raya. Namun mengikuti pola di akhir pekan, IHSG dimungkinkan untuk melemah lagi. Pada perdagangan Jumat (1/4/2011), IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Bursa Wall Street tadi malam melemah tipis karena investor menunggu angka pengangguran yang akan dirilis Jumat untuk dijadikan katalis. Namun Wall Street berhasil mencetak gain yang solid selama triwulan I-2011. Pada perdagangan Kamis (31/3/2011), indeks Dow Jones melemah tipis 30,88 poin (0,25%) ke level 12.319,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,43 poin (0,18%) ke level 1.325,83 dan Nasdaq menguat 4,28 poin (0,15%) ke level 2.781,07. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Jumat di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 46,03 poin (0,47%) ke level 9.801,13.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG kemarin naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 dengan volume transaksi sebesar 8.8 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 7.3 triliun. Tercatat sebanyak 119 saham mengalami kenaikan, 93 saham mengalami penurunan, 88 saham tidak mengalami perubahan, dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG hari ini kembali melanjutkan kenaikan yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan hari ini direspon positif oleh pasar.
Kenaikan IHSG dipimpin oleh sektor perbankan, dipicu oleh keluarnya sejumlah laporan keuangan emiten yang direspon positif oleh investor serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. IHSG hari ini ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI hari ini masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.
Bursa regional kemarin mayoritas mengalami kenaikan kecuali bursa China dan Thailand, sementara Rupiah diperdagangkan menguat 12 point terhadap US Dollar yaitu sebesar Rp8,708 per US Dollar. Pada perdagangan besok diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
Jumat, 01/04/2011 08:15 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Kamis (31/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 30 point (-0.25%) ke level 12,319.73 menyusul keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 388 ribu, lebih tinggi dari estimasi semula sebesar 380 ribu, serta pernyataan bank sentral AS, The Fed, yang kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga AS. Minyak light sweet Nymex kembali diperdagangkan naik 0.16% ke harga $107 per barel, masih dikarenakan krisis yang terjadi di Libia, negara penghasil minyak terbesar ketiga Afrika.
IHSG kemarin (31/3) ditutup naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 karena keluarnya laporan keuangan emiten serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG kembali melanjutkan kenaikan hari sebelumnya yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan itu direspon positif oleh pasar.
Candlestick ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.Pada perdagangan hari ini (1/4) diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
News & Analysis
Economic & Strategy
Chart in Focus
Selasa, 29/03/2011 08:59 WIB
Market Flash eTrading
Rekomendasi Saham
IHSG Menunggu Rilis Inflasi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat pada perdagangan terakhir di kuartal I-2011. Investor memburu saham-saham didorong oleh membaiknya laporan keuangan sejumlah emiten besar. Pada perdagangan, Kamis (31/3/2011), IHSG bertambah 37,696 poin (1,03%) ke level 3.678,674. Sementara Indeks LQ 45 menguat 8,173 poin (1,25%) ke level 659,054. "IHSG kembali melanjutkan penguatan menjelang rilis inflasi di bulan Maret. Selain itu, investor juga mengapresiasi banyaknya laporan keuangan yang dirilis," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Investor akan menantikan angka inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Pada Maret, BPS memperkirakan terjadi deflasi seiring banyaknya panen raya. Namun mengikuti pola di akhir pekan, IHSG dimungkinkan untuk melemah lagi. Pada perdagangan Jumat (1/4/2011), IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Bursa Wall Street tadi malam melemah tipis karena investor menunggu angka pengangguran yang akan dirilis Jumat untuk dijadikan katalis. Namun Wall Street berhasil mencetak gain yang solid selama triwulan I-2011. Pada perdagangan Kamis (31/3/2011), indeks Dow Jones melemah tipis 30,88 poin (0,25%) ke level 12.319,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,43 poin (0,18%) ke level 1.325,83 dan Nasdaq menguat 4,28 poin (0,15%) ke level 2.781,07. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Jumat di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 46,03 poin (0,47%) ke level 9.801,13.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG kemarin naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 dengan volume transaksi sebesar 8.8 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 7.3 triliun. Tercatat sebanyak 119 saham mengalami kenaikan, 93 saham mengalami penurunan, 88 saham tidak mengalami perubahan, dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG hari ini kembali melanjutkan kenaikan yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan hari ini direspon positif oleh pasar.
Kenaikan IHSG dipimpin oleh sektor perbankan, dipicu oleh keluarnya sejumlah laporan keuangan emiten yang direspon positif oleh investor serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. IHSG hari ini ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI hari ini masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.
Bursa regional kemarin mayoritas mengalami kenaikan kecuali bursa China dan Thailand, sementara Rupiah diperdagangkan menguat 12 point terhadap US Dollar yaitu sebesar Rp8,708 per US Dollar. Pada perdagangan besok diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
Jumat, 01/04/2011 08:15 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Kamis (31/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 30 point (-0.25%) ke level 12,319.73 menyusul keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 388 ribu, lebih tinggi dari estimasi semula sebesar 380 ribu, serta pernyataan bank sentral AS, The Fed, yang kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga AS. Minyak light sweet Nymex kembali diperdagangkan naik 0.16% ke harga $107 per barel, masih dikarenakan krisis yang terjadi di Libia, negara penghasil minyak terbesar ketiga Afrika.
IHSG kemarin (31/3) ditutup naik 37 point (+1.04%) ke level 3,678.67 karena keluarnya laporan keuangan emiten serta aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp903 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan PGAS. Secara teknikal IHSG kembali melanjutkan kenaikan hari sebelumnya yang diikuti oleh kenaikan volume yang artinya kenaikan itu direspon positif oleh pasar.
Candlestick ditutup di level retracement fibo yang menjadi level resistance IHSG, indikator RSI masih menuju keatas dan hendak memotong garis sinyal 50.Pada perdagangan hari ini (1/4) diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3.608-3.710 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BJBR, BMRI dan TLKM.
News & Analysis
- CMNP : Laba 2010 Naik 331%
- GIAA : Garuda Tidak Bagi Dividen pada Tahun Ini
- UNTR : Right Issue Rp 6 T, Saham Baru Diskon 30%
Economic & Strategy
- Economy: BPS: Maret Dipastikan Deflasi
- Industry: Aturan Tax Holiday Terbit April
Chart in Focus
- LSIP (BoW)
- PTBA (BoW)
- PGAS (Trading Buy)
- BJBR (SoS)
- BMRI (SoS)
- KLBF (SoS).
Selasa, 29/03/2011 08:59 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - IHSG kemarin (28/3) turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade. Asing kemarin (28/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham – saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR. Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.
Kami melihat pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549 – 3,637 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
Kami melihat pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan hari ini (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549 – 3,637 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
IHSG Potensi Rebound, Pilih Saham Bank
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Rabu (30/3) berpotensi rebound. Saham dari sektor perbankan bisa menjadi pilihan.
Analis MNC Sekuritas Reza Nugraha mengatakan, peluang rebound IHSG masih terbuka hari ini.
Analis MNC Sekuritas Reza Nugraha mengatakan, peluang rebound IHSG masih terbuka hari ini.
Terutama karena ada pembelian masif di menit terakhir perdangangan Selasa kemarin. Namun, rebound indeks sedikit tertahan oleh makin buruknya radiasi nuklir di Jepang dan biaya pembagunan kembali yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara maju ini.“IHSG akan bergerak di kisaran 3.550 – 3600,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, pemicu pembalikan arah bursa adalah ekspektasi deflasi Maret. Karena panen raya mulai berlangsung bulan ini, maka akan meredam inflasi tiga bulan ke depan. Selain itu setelah hampir seluruh emiten melaporkan kinerja baik selama 2010, investor mulai memperhitungkan laporan kuartal pertama 2011 dan pembagian dividen Sektor perbankan diperkirakan akan memicu rebound lanjutan IHSG, karena dampak deflasi hingga 3 bulan ini akan membuat bank masih bisa melanjutkan ekspansi kredit, terutama bank-bank yang kuat permodalannya. Beberapa saham perbankan yang direkomendasikan Reza adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” katanya.
Pada perdagangan Selasa (29/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 11,344 poin (0,32%) ke level 3.591,515. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3.601 miliar lembar saham, senilai Rp 4,284 triliun dan frekuensi 88.651 kali.Sebanyak 112 saham naik, 104 saham turun, dan 90 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp101 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual mencapai Rp1,371 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,270 triliun. [mdr]
Inilah Saham Pilihan Selasa (29/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Indeks saham pada perdagangan Selasa (29/3) diperkirakan masih cenderung bergerak mixed di kisaran 3.591-3.620. Pasar akan ditopang sektor perbankan, properti dan semen.
Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. "Kami melihat tekanan indeks akan mulai berkurang besok (hari ini). Dapat diperhatikan peluang trading pada saham sektor perbankan, properti, dan semen. Saham pilihan kami BJBR,BORN, INTP dan GGRM," katanya. Kemarin indeks ditutup melemah melanjutkan profit taking yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kondisi Timur Tengah yang masih bergejolak, serta kekhawatiran dampak bencana di Jepang terhadap perekonomian mendorong indeks bergerak melemah kemarin.
Indeks kemarin ditutup turun 4,25 poin (0,12%) ke 3.602,86. Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar saham senilai Rp2,8 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp199,02 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp984,4 miliar dan pembelian asing sebesar Rp785,4 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko menilai konsolidasi di IHSG akibat beberapa big cap index movers terkoreksi dari keadaan jenuh beli (overbought) dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi. Saham yang disarankan seperti Borneo Lumbung Energy (BORN) disarankan beli dengan target harga di 1.750 dari penutupan kemarin di 1.670. Strategi masuk pertama di 1.600 dan kedua di 1.550 dengan cut loss di 1.500.
Saham Krakatau Steel (KRAS) disarankan beli dengan target harga di 1.260 dari penutupan kemarin di 1.190. Strategi masuk pertama di 1.180 dan kedua di 1.150 dengan cut loss di 1.100. Naiknya biaya produksi baja akibat minyak dan batubara yang melambung tinggi akan memaksa produsen baja menaikan harga untuk offset cost. Secara technical sudah terjadi golden cross dari 5 dan 10 MA harian dan mingguan untuk konfirmasi tren sudah mulai berubah dari sideways ke positif. Selain itu saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target harga di 3.900 dari penutupan kemarin di 3.750. Strategi masuk pertama di 3.675 dan kedua di 3.550 dengan cut loss di 3.500.
Saham Astra Agro Lestasi (AALI) disarankan beli dengan target harga di 23.550 dari penutupan kemarin di 22.900. Strategi masuk pertama di 22.500 dan kedua di 22.150 dengan cut loss di 21.800. Selain rencana pembayaran dividen sebesar Rp.896/saham, kenaikan 10% di harga CPO akan mendongkrak laba 2011 hingga 18%. Dengan asumsi CPO di atas US$1000/ton maka pertumbuhan laba AALI year on year sebesar 40%.
Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. "Kami melihat tekanan indeks akan mulai berkurang besok (hari ini). Dapat diperhatikan peluang trading pada saham sektor perbankan, properti, dan semen. Saham pilihan kami BJBR,BORN, INTP dan GGRM," katanya. Kemarin indeks ditutup melemah melanjutkan profit taking yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kondisi Timur Tengah yang masih bergejolak, serta kekhawatiran dampak bencana di Jepang terhadap perekonomian mendorong indeks bergerak melemah kemarin.
Indeks kemarin ditutup turun 4,25 poin (0,12%) ke 3.602,86. Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar saham senilai Rp2,8 triliun. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp199,02 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp984,4 miliar dan pembelian asing sebesar Rp785,4 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko menilai konsolidasi di IHSG akibat beberapa big cap index movers terkoreksi dari keadaan jenuh beli (overbought) dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi. Saham yang disarankan seperti Borneo Lumbung Energy (BORN) disarankan beli dengan target harga di 1.750 dari penutupan kemarin di 1.670. Strategi masuk pertama di 1.600 dan kedua di 1.550 dengan cut loss di 1.500.
Saham Krakatau Steel (KRAS) disarankan beli dengan target harga di 1.260 dari penutupan kemarin di 1.190. Strategi masuk pertama di 1.180 dan kedua di 1.150 dengan cut loss di 1.100. Naiknya biaya produksi baja akibat minyak dan batubara yang melambung tinggi akan memaksa produsen baja menaikan harga untuk offset cost. Secara technical sudah terjadi golden cross dari 5 dan 10 MA harian dan mingguan untuk konfirmasi tren sudah mulai berubah dari sideways ke positif. Selain itu saham Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target harga di 3.900 dari penutupan kemarin di 3.750. Strategi masuk pertama di 3.675 dan kedua di 3.550 dengan cut loss di 3.500.
Saham Astra Agro Lestasi (AALI) disarankan beli dengan target harga di 23.550 dari penutupan kemarin di 22.900. Strategi masuk pertama di 22.500 dan kedua di 22.150 dengan cut loss di 21.800. Selain rencana pembayaran dividen sebesar Rp.896/saham, kenaikan 10% di harga CPO akan mendongkrak laba 2011 hingga 18%. Dengan asumsi CPO di atas US$1000/ton maka pertumbuhan laba AALI year on year sebesar 40%.
Selasa, 29/03/2011 07:44 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Dibayangi Kelesuan
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Dibayangi Kelesuan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali melemah menyusul profit taking atas saham-saham unggulan. Namun pelemahan IHSG bisa diperkecil menjelang akhir perdagangan. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), IHSG tercatat hanya melemah 4,254 poin (0,12%) ke level 3.602,859. Indeks LQ 45 juga melemah 2,247 poin (0,35%) ke level 645,314. "IHSG masih melanjutkan pelemahannya kemarin setelah di akhir pekan didera aksi profit taking investor lokal. Saham-saham yang telah mengalami penguatan cukup besar terkena aksi jual oleh investor. Ditengah kondisi ketidakpastian seperti sekarang ini, investor lebih cepat memutuskan untuk mengamankan portofolio," ujarReza Priyambada, Managing Research dari Indosurya Asset Management.
Pelemahan IHSG diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (29/3/2011). Lesunya bursa global akan membuat investor lebih berhati-hati. Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemaRh tipis seiring memudarnya optimisme laporankeuangan dan juga ketidakpastian situasi global. Volume perdagangan lagi-lagi mencatat rekor terendahnya sepanjang tahun ini. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 22,71 poin (0,19%) ke level 12.197,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,61 poin (0,27%) ke level 1.310,19 dan Nasdaq melemah 12,38 poin (0,45%) ke level 2.730,68. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini dengan koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau melemah 87,23 poin(0,29%) ke level 9.391,30.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Kemarin IHSG ditutup turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.9 juta lot dan senilai Rp3.03 triliun dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade.
Tercatat sebanyak 107 saham mengalami kenaikan, 95 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Asing hari ini justru tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR.
Penurunan indeks hari ini, yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking investor serta turunnya saham-saham big caps, seirama dengan mayoritas bursa regional yang juga mengalami penurunan. Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.
Kami melihat pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan besok (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549-3,637 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
Pelemahan IHSG diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (29/3/2011). Lesunya bursa global akan membuat investor lebih berhati-hati. Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemaRh tipis seiring memudarnya optimisme laporankeuangan dan juga ketidakpastian situasi global. Volume perdagangan lagi-lagi mencatat rekor terendahnya sepanjang tahun ini. Pada perdagangan Senin (28/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 22,71 poin (0,19%) ke level 12.197,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,61 poin (0,27%) ke level 1.310,19 dan Nasdaq melemah 12,38 poin (0,45%) ke level 2.730,68. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini dengan koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau melemah 87,23 poin(0,29%) ke level 9.391,30.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Kemarin IHSG ditutup turun 4 point (-0.12%) ke level 3,602.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.9 juta lot dan senilai Rp3.03 triliun dengan sektor yang mengalami kenaikan hanya sektor agriculture, property, finance dan trade.
Tercatat sebanyak 107 saham mengalami kenaikan, 95 saham mengalami penurunan, 80 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Asing hari ini justru tercatat melakukan net buy sebesar Rp178 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, INDF, BBNI dan BJBR.
Penurunan indeks hari ini, yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking investor serta turunnya saham-saham big caps, seirama dengan mayoritas bursa regional yang juga mengalami penurunan. Secara teknikal tampak pergerakan IHSG tidak memiliki cukup momentum untuk bergerak di area garis upper bollinger band, namun pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil tertahan oleh garis MA5 yang mampu menjadi support cukup kuat untuk IHSG.
Kami melihat pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi untuk terkoreksi terbatas melihat candlestick yang membentuk doji sementara indicator stochastic yang berpotensi deathcross di area overbought dan RSI sudah bergerak reversal downtrend. Pada perdagangan besok (29/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,549-3,637 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BDMN, AALI, dan INTP.
Inilah Saham Pilihan Senin (28/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (28/3) diperkirakan akan mendatar di kisaran 3.600. Faktor eksternal masih mendominasi pasar setelah laporan kuartal IV keluar.
Demikian dikutip dari hasil riset pengamat pasar modal Desmond Wira kemarin. "Dari dalam negeri investor akan menunggu sampai akhir bulan hingga mendapatkan kejelasan tentang inflasi Maret. Saya perkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi di level 3.600," tulisnya. Untuk faktor eksternal pertama kabar nuklir Jepang kembali meningkat radiasinya. Kedua faktor Timur Tengah dengan Libya masih bergolak ditambah Suriah mulai berdemo. Ketiga faktor krisis Portugal yang semakin terlilit utang.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks ditutup turun 0,13% ke level 3.606,77. Asing masih bertahan di pasar dengan lebih banyak melakukan pembelian atau sebesar Rp1,93 triliun dan terjadi net foreign buysebesar Rp599,11 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko merekomendasikan saham UNTR, ASII, INDF dan ADRO untuk dibeli pada hari ini. Menurutnya, bila indeks turun maka berarti mulai pada trend konsolidasi.
Saham United Tractors (UNTR) disarankan beli dengan target harga di 23.200 dari penutupan pekan lalu di 22.550. Strategi masuk pertama di 22.350 dan kedua di 22.000 dengan cut loss di 21.900. UNTR memiliki kontribusi dari segi bisnis di pertambangan batubara. Saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harag di 58.350 dari penutupan pekan lalu di 57.900. Strategi masuk pertama di 56.900 dan kedua di 56.200 dengan cut loss di 55.600.
Demikian dikutip dari hasil riset pengamat pasar modal Desmond Wira kemarin. "Dari dalam negeri investor akan menunggu sampai akhir bulan hingga mendapatkan kejelasan tentang inflasi Maret. Saya perkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi di level 3.600," tulisnya. Untuk faktor eksternal pertama kabar nuklir Jepang kembali meningkat radiasinya. Kedua faktor Timur Tengah dengan Libya masih bergolak ditambah Suriah mulai berdemo. Ketiga faktor krisis Portugal yang semakin terlilit utang.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks ditutup turun 0,13% ke level 3.606,77. Asing masih bertahan di pasar dengan lebih banyak melakukan pembelian atau sebesar Rp1,93 triliun dan terjadi net foreign buysebesar Rp599,11 miliar. Sementara analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko merekomendasikan saham UNTR, ASII, INDF dan ADRO untuk dibeli pada hari ini. Menurutnya, bila indeks turun maka berarti mulai pada trend konsolidasi.
Saham United Tractors (UNTR) disarankan beli dengan target harga di 23.200 dari penutupan pekan lalu di 22.550. Strategi masuk pertama di 22.350 dan kedua di 22.000 dengan cut loss di 21.900. UNTR memiliki kontribusi dari segi bisnis di pertambangan batubara. Saham Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harag di 58.350 dari penutupan pekan lalu di 57.900. Strategi masuk pertama di 56.900 dan kedua di 56.200 dengan cut loss di 55.600.
Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.350 dari penutupan pekan lalu di 5.200. Strategi masuk pertama di 5.100 dan kedua di 5.000 dengan cut loss di 4.950.
Saham Adaro Energi (ADRO) disarankan beli dengan target harga di 2.450 dari penutupan pekan lalu di 2.275. Strategi masuk pertama di 2.2250 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.100. Pasar sekarang melihat ke potensi kenaikan harga ASP (average selling price) batubara di Q1 2011 dan efeknya terhadap pendapatan persero.
Saham Adaro Energi (ADRO) disarankan beli dengan target harga di 2.450 dari penutupan pekan lalu di 2.275. Strategi masuk pertama di 2.2250 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.100. Pasar sekarang melihat ke potensi kenaikan harga ASP (average selling price) batubara di Q1 2011 dan efeknya terhadap pendapatan persero.
Senin, 28/03/2011 07:19 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Diintai Profit Taking Lanjutan
Rekomendasi Saham
IHSG Diintai Profit Taking Lanjutan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu kembali melaju menembus level 3.600 berkat dorongan optimisme laporan keuangan yang baik. Investor kembali memburu saham-saham seiring memudarnya kekhawatiran seputar krisis nuklir di Jepang dan kerusuhan di Libya. IHSG tercatat menguat hingga 113,97 poin (3,26%) ke level 3607.11, sementara Indeks LQ 45 menguat sebesar 16,9 poin (4,28%) ke level 647.56 sepanjang pekan lalu. Pergerakan IHSG pekan lalu adalah:
- Senin (21/3/2011), IHSG melaju 24,776 poin (0,70%) ke level 3.518,846.
- Selasa (22/3/2011), IHSG turun tipis 1,125 poin (0,04%) ke level 3.517,721.
- Rabu (23/3/2011), IHSG naik 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231.
- Kamis (24/3/2011), IHSG melesat 55,410 poin (1,55%) ke level 3.611,641.
- Jumat (25/3/2011), IHSG turun tipis 4,528 poin (0,13%) ke level 3.607,113.
Sepanjang pekan lalu, sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah industri dasar yang menguat sebesar 26,51 poin (7,46%) ke level 382.06. Sementara sektor yang mengalami penguatan terkecil adalah sektor pertambangan yang ditutup menguat sebesar 10.71 poin (0.34%) ke level 3140.41. Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1935.71 milyar, terdiri dari akumulasi pembelian sebesar RP 7761.31 milyar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6397.89 miliar.
"Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu lalu dipengaruhi oleh euforia rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010 yang mencatat kinerja positif mulai meredakan kekhawatiran investor terhadap radiasi nuklir di Jepang serta kembali memanasnya konflik di timur tengah dan Libya," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities. Penguatan bursa utama dunia dan kuatnya laporan keuangan masih akan menjadi sentimen positif. Namun investor akan mulai berhati-hati sembari menunggu rilis angka inflasi dari Badan Pusat Statistik awal April nanti. IHSG pada perdagangan Senin (28/3/2011) diprediksi bergerak fluktuatif cenderung menguat tipis.
"Kami melihat pada perdagangan minggu ini, Investor akan mulai mencermati proyeksi angka inflasi bulan Maret dan masih terus memantau rilis kinerja keuangan emiten tahun 2010. Selain itu, perkembangan isu radiasi nuklir serta pemulihan pasca gempa Tsunami di Jepang dan krisis politik di Libya yang kembali memanas akibat serangan AS dan sekutunya terhadap pasukan pro Khadafi diperkirakan akan ikut memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu ini. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain BMRI, ADRO, dan BJBR," jelas Wisny.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali menguat didorong positifnya laporan keuangan dan data ekonomi. Pada perdagangan Jumat (25/3/2011), indeks Dow Jones menguat 50,03 poin (0,41%) ke level 12.220,59. Sementara indeks S&P 500 naik tipis 4,14 poin (0,32%) ke level 1.313,8. Lalu indeks Nasdaq naik 6,64 poin (0,24%) menjadi 2.743,06. Bursa Jepang mengawali pekan ini dengan penurunan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 14,73 poin (0,15%) ke level 9.521,40.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini: eTrading Securities:
Akhir pekan lalu IHSG bergerak turun 4 point (-0.13%) ke level 3,607.11 setelah sempat dibuka menguat di sesi 1, yang menjadikan IHSG satu – satunya yang bergerak anomali dibandingkan indeks regional yang ditutup naik, dikarenakan aksi profit taking yang dilakukan oleh sebagian besar investor domestik. Total transaksi hari ini tercatat senilai Rp5 triliun dengan volume sebanyak 6 juta lot dengan mayoritas sektor mengalami penurunan kecuali basic industri (+0.00%), miscellaneous industri (+1.67%), finance (+0.29%) dan manufacture (+0.24%). Saham-saham yang memimpin sentiment positif a.l. ASII, INDR, TPIA, MBAI dan BMRI. Sedangkan yang menjadi sentiment negatif a.l. ITMG, UNTR, UNVR, GGRM dan BFIN. Tercatat sebanyak 73 saham mengalami kenaikan, 107 saham mengalami penurunan, 102 saham tidak mengalami perubahan dan 159 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Investor asing justru tercatat melakukan net buy sebanyak Rp500 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ASII, BBRI, TLKM dan BBNI. Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi reversal hal ini terlihat dari tertahannya penguatan IHSG pada perdagangan kemarin karena tidak mampu menembus garis upper Bollinger band sementara candlestick IHSG membentuk pola spinning top setelah menguat selama dua hari bertuturut-turut. Indikator MACD Histogram masih bergerak di area positif sementara RSI mulai begreak reversal ke arah downtrend. Pada perdagangan hari ini (28/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,56-3,647 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, ASII, dan BLTA.
Jumat, 25/03/2011 07:40 WIB
Market Flash eTrading
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Kamis (24/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 84 point (+0.70%) ke level 12,170.56 menyusul laporan keuntungan beberapa perusahaan seperti Micron Tecnology Inc. (MU), Redhat Inc. (RHT) dan Amazon.com Inc. (AMZN) yang melebihi estimasi sebelumnya serta keluarnya data Jobless Claims yang tercatat sebesar 382ribu, lebih rendah dari estimasi analis sebesar 383ribu.
Minyak mentah light sweet Nymex ditutup turun 0.07% di harga $105.53 per barel dikarenakan turunnya jumlah permintaan di AS dan Eropa mengimbangi ancaman kurangnya pasokan minyak dari Libia.IHSG sendiri kemarin (24/3) ditutup naik 55,4 point (+1.55%) ke level 3,611.64 dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Asing kemarin (24/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi adalah ASII, BBRI, TLKM, BUMI dan INTP.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (24/3) candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif selain itu, garis MA5 dan MA20 berhasil golden cross.Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band.Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.
News & Analysis
Minyak mentah light sweet Nymex ditutup turun 0.07% di harga $105.53 per barel dikarenakan turunnya jumlah permintaan di AS dan Eropa mengimbangi ancaman kurangnya pasokan minyak dari Libia.IHSG sendiri kemarin (24/3) ditutup naik 55,4 point (+1.55%) ke level 3,611.64 dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Asing kemarin (24/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi adalah ASII, BBRI, TLKM, BUMI dan INTP.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin (24/3) candlestick IHSG membentuk White Marubozu sementara Indikator MACD berhasil golden cross dan MACD histogram sudah bergerak naik ke area positif selain itu, garis MA5 dan MA20 berhasil golden cross.Kami melihat IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking mengingat candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band.Pada perdagangan hari ini (25/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,556-3,651 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, PTBA, dan JSMR.
News & Analysis
- ADHI : Adhi Karya Cetak Laba Rp 189 Miliar, Naik Tipis 14%
- BJBR : Bank Jabar Kucurkan KPR Rp400 Miliar di Depok
- BORN : Laba Borneo Lumbung Meroket 449%
- GJTL : Laba Bersih Turun 8.25%
- MASA : Jajaki Akuisisi Lahan
Economic & Strategy
Economy: Tak Mau 'Mengemis', RI Siapkan Asuransi Bencana
Chart in Focus
Economy: Tak Mau 'Mengemis', RI Siapkan Asuransi Bencana
Chart in Focus
- BJBR (Spec Buy)
- JSMR (Spec Buy)
- BMRI (Trading Buy)
- PTBA (Trading Buy)
- BUMI (SoS)
- AALI (Trading Sell).
Inilah Saham Pilihan Jumat (25/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG gantian akan didorong sektor yang lain seperti konsumsi dan perbankan setelah selama dua hari mengalami penguatan. Indeks diperkirakan bergerak di 3.450-3.750.
Analis senior Yuganur Wijanarko dalam risetnya mengungkapkan indeks berada diatas moving average 50-hari (3.530) IHSG mulai mengalami perubahan dari non trending ke minor uptrending. Pergerakan akan dipimpin sektor konsumer dan perbankan dengan opsi ke sektro pertambangan seperti ANTM sebagai variasi dalam portofolio. Indeks kemarin ditutup naik 1,55% menembus level resistance baru di level 3.611,64. Asing terlihat lebih banyak membeli saham atau sekitar Rp2,18 triliun dengan net foreign buy sebesar Rp857,56 miliar.
Saham pilihan seperti saham Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di 5.450 dari penutupan kemarin di 5.200. Strategi masuk pertama di 5.150 dan kedua di 4.950 dengan cut loss di 4.850. Secara technical pasca pencetekan high di Rp.5.200 tren berubah dari sideways ke minor uptrending dengan zona resistance di Rp.5.350-5.500. Kenaikan harga komoditas terutama CPO merupakan anugerah untuk pendapatan divisi agri business persero.
Saham Bank Mandiri (BMRI) disarankan beli dengan target harga di 6.300 dari penutupan kemarin di 6.030. Strategi masuk pertama di 6.050 dan kedua di 5.950 dengan cut loss di 5.800. Saham Bank Central Asia (BBCA) disarankan beli dengan target harga di 7.100 dari penutupan kemarin di 6.850. Strategi masuk pertama di 6.800 dan kedua 6.600 dengan cut loss di 6.500. Hasil kinerja fundamentalnya (Net profit margin tertinggi 28%) membuktikan bawah bank ini pantas memiliki valuasi PER yang tinggi (premium) di sektornya. Secara teknikal mulai terlihat ada minor channel uptrend dengan misi mencoba membentuk new high diatas Rp.7.000.
Saham Aneka Tambang (ANTM) disarankan beli dengan target harga di 2.400 dari penutupan kemarin di 2.225. Strategi masuk pertama di 2.225 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.075. Beberapa katalis positif seperti ekspektasi kenaikan produksi ferronickel sebesar 24% dan emas 70% di 2011, harga emas, serta potensi upgrade proyeksi laba pasca laporan keuangan 2010 keluar mendorong ANTM membentuk minor uptrend.
Analis senior Yuganur Wijanarko dalam risetnya mengungkapkan indeks berada diatas moving average 50-hari (3.530) IHSG mulai mengalami perubahan dari non trending ke minor uptrending. Pergerakan akan dipimpin sektor konsumer dan perbankan dengan opsi ke sektro pertambangan seperti ANTM sebagai variasi dalam portofolio. Indeks kemarin ditutup naik 1,55% menembus level resistance baru di level 3.611,64. Asing terlihat lebih banyak membeli saham atau sekitar Rp2,18 triliun dengan net foreign buy sebesar Rp857,56 miliar.
Saham pilihan seperti saham Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan target harga di 5.450 dari penutupan kemarin di 5.200. Strategi masuk pertama di 5.150 dan kedua di 4.950 dengan cut loss di 4.850. Secara technical pasca pencetekan high di Rp.5.200 tren berubah dari sideways ke minor uptrending dengan zona resistance di Rp.5.350-5.500. Kenaikan harga komoditas terutama CPO merupakan anugerah untuk pendapatan divisi agri business persero.
Saham Bank Mandiri (BMRI) disarankan beli dengan target harga di 6.300 dari penutupan kemarin di 6.030. Strategi masuk pertama di 6.050 dan kedua di 5.950 dengan cut loss di 5.800. Saham Bank Central Asia (BBCA) disarankan beli dengan target harga di 7.100 dari penutupan kemarin di 6.850. Strategi masuk pertama di 6.800 dan kedua 6.600 dengan cut loss di 6.500. Hasil kinerja fundamentalnya (Net profit margin tertinggi 28%) membuktikan bawah bank ini pantas memiliki valuasi PER yang tinggi (premium) di sektornya. Secara teknikal mulai terlihat ada minor channel uptrend dengan misi mencoba membentuk new high diatas Rp.7.000.
Saham Aneka Tambang (ANTM) disarankan beli dengan target harga di 2.400 dari penutupan kemarin di 2.225. Strategi masuk pertama di 2.225 dan kedua di 2.175 dengan cut loss di 2.075. Beberapa katalis positif seperti ekspektasi kenaikan produksi ferronickel sebesar 24% dan emas 70% di 2011, harga emas, serta potensi upgrade proyeksi laba pasca laporan keuangan 2010 keluar mendorong ANTM membentuk minor uptrend.
Rekomendasi Saham,kamis 24 maret 2011
Penguatan IHSG Bisa Berlanjut
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menguat ditengah pergerakan bursa regional yang variatif. Semua sektor mengalami penguatan meski perdagangan masih tidak terlalu ramai. Pada perdagangan, Rabu (23/3/2011), IHSG ditutup bertambah 38,510 poin (1,09%) ke level 3.556,231. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,045 poin (1,44%) ke level 636,745.
Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Kamis (24/3/2011). Penguatan bursa-bursa utama dunia di tengah lonjakan harga komoditas akan menjadi sentimen positif yang menggerakkan IHSG ke teritori positif. Bursa Wall Street tadi malam menguat berkat kenaikan saham-saham material. Namun kenaikan indeks saham terganjal oleh lonjakan harga komoditas sehubungan memanasnya situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 67,39 poin (0,56%) ke level 12.086,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,77 poin (0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq menguat 14,43 poin (0,54%) ke level 2.698,30. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Kamis dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 30,30 poin (0,32%) ke level 9.479,77.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali menguat namun masih berada di area resisten sehingga masih rawan tekanan jual meskipun IHSG masih berpotensi untuk menguat. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3520-3590 dengan TINS dan UNTR sebagai saham pilihan.
eTrading Securities:
IHSG kemarin ditutup naik 38 point (+1.09%) ke level 3,556.23 dengan volume transaksi sebesar 5.7 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 4.1 triliun. Pergerakan indeks cukup menggembirakan karena diikuti oleh kenaikan seluruh sektor yang menjadi komponen indeks. Kenaikan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga naik kecuali indeks Jepang & Korea.
Tercatat sebanyak 134 saham mengalami kenaikan, 70 saham mengalami penurunan, 74 saham tidak mengalami perubahan dan 163 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. ITMG, INDS, UNTR, ASII dan AALI sementara yang mengalami penurunan tertinggi hari ini a.l. BATA, SCCO, ADMF, HRUM dan TFCO.
Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp193 miliar dengan sektor yang paling banyak dibeli adalah INDF, UNTR, SMGR, ITMG dan BUMI.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya hal ini didukung dari indicator MACD yang berpotensi golden cross dan MACD histogram yang semakin memendek mencoba memasuki wilayah positif serta garis MA 5 dan MA 20 yang berpotensi golden cross. Pada perdagangan hari ini (24/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,494-3,609 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNTR.
Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Kamis (24/3/2011). Penguatan bursa-bursa utama dunia di tengah lonjakan harga komoditas akan menjadi sentimen positif yang menggerakkan IHSG ke teritori positif. Bursa Wall Street tadi malam menguat berkat kenaikan saham-saham material. Namun kenaikan indeks saham terganjal oleh lonjakan harga komoditas sehubungan memanasnya situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada perdagangan Rabu (23/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 67,39 poin (0,56%) ke level 12.086,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,77 poin (0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq menguat 14,43 poin (0,54%) ke level 2.698,30. Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Kamis dengan penguatan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 30,30 poin (0,32%) ke level 9.479,77.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali menguat namun masih berada di area resisten sehingga masih rawan tekanan jual meskipun IHSG masih berpotensi untuk menguat. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3520-3590 dengan TINS dan UNTR sebagai saham pilihan.
eTrading Securities:
IHSG kemarin ditutup naik 38 point (+1.09%) ke level 3,556.23 dengan volume transaksi sebesar 5.7 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 4.1 triliun. Pergerakan indeks cukup menggembirakan karena diikuti oleh kenaikan seluruh sektor yang menjadi komponen indeks. Kenaikan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa regional yang juga naik kecuali indeks Jepang & Korea.
Tercatat sebanyak 134 saham mengalami kenaikan, 70 saham mengalami penurunan, 74 saham tidak mengalami perubahan dan 163 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi hari ini a.l. ITMG, INDS, UNTR, ASII dan AALI sementara yang mengalami penurunan tertinggi hari ini a.l. BATA, SCCO, ADMF, HRUM dan TFCO.
Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp193 miliar dengan sektor yang paling banyak dibeli adalah INDF, UNTR, SMGR, ITMG dan BUMI.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya hal ini didukung dari indicator MACD yang berpotensi golden cross dan MACD histogram yang semakin memendek mencoba memasuki wilayah positif serta garis MA 5 dan MA 20 yang berpotensi golden cross. Pada perdagangan hari ini (24/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,494-3,609 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNTR.
Ayo Koleksi Saham BUMI, KRAS, PTBA, ADRO
INILAH.COM, Jakarta - Penutupan IHSG di atas level resistance kunci di 3.530 atau ma-50 hari merupakan konfirmasi technical bahwa rally akan berlanjut ke 3.600.
Hal ini disampaikan Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Kamis (24/3). Dia memperkirakan level support IHSG berada di 3.475-3.450, sedang level resistance di 3.650-3.750.
Untuk saham-saham pilihan hari ini, dia merekomendasikan saham Bumi Resources (BUMI) dengan target price di level Rp3.250. Kemarin, saham BUMI ditutup di level Rp3.100. Proses re-financing utang sebesar $300 juta convertible bond dan $600 juta pinjaman dari CIC dan ekspansi yang berjalan on track, serta sinergi aliansi Bumi & Vallar yang dapat memperbaiki corporate governance, merupakan katalis untuk akumulasi. Entry (1) Rp3.050, Entry (2) Rp2.950, Cut loss point: Rp2.850.
Saham kedua yang layak dikoleksi adalah Krakatau Steel (KRAS) dengan target price di level Rp1.250. Kemarin saham ini ditutup di level Rp1.150. Kenaikan harga batubara otomatis serta terganggunya suplai dari Jepang akan membuat produsen baja menaikkan harga jual seiring dengan terkereknya permintaan sehingga menjadi sentimen positif untuk KRAS akan bergerak kembali di atas level psikologis Rp1.200. Entry (1) Rp1.140, Entry (2) Rp1.120, Cut loss point: Rp1.080. Pilihan saham lainnya adalah Bukit Asam (PTBA) dengan taerget price di level Rp21.850. Kemarin saham PTBA ditutup di level Rp20.750. Kenaikan proyeksi laba di 2011 sebesar 14% didorong oleh terkereknya harga batubara spot dari $105 ke $130 serta ASP (average selling price) batubara dari $75 ke $85 dapat offset kecewanya investor atas lambatnya pembangunan protek rel kereta api yang belum rampung. Entry: (1) Rp20.600, Entry (2) Rp20.200, Cut loss point: Rp19.800.
Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Adaro Energy (ADRO) (BUY) dengan target price di level Rp2.375. Kemarin saham ADRO ditutup di level Rp2.250. Downgrade fundamental sudah sepenuhnya terdiskon dalam penurunan harga yang cukup tajam ke daerah jenuh jual sehingga rekomen akumulasi untuk proses upward retracement. Entry (1) Rp2.200, Entry (2) Rp2.150, Cut loss point: Rp2.075.
Hal ini disampaikan Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Kamis (24/3). Dia memperkirakan level support IHSG berada di 3.475-3.450, sedang level resistance di 3.650-3.750.
Untuk saham-saham pilihan hari ini, dia merekomendasikan saham Bumi Resources (BUMI) dengan target price di level Rp3.250. Kemarin, saham BUMI ditutup di level Rp3.100. Proses re-financing utang sebesar $300 juta convertible bond dan $600 juta pinjaman dari CIC dan ekspansi yang berjalan on track, serta sinergi aliansi Bumi & Vallar yang dapat memperbaiki corporate governance, merupakan katalis untuk akumulasi. Entry (1) Rp3.050, Entry (2) Rp2.950, Cut loss point: Rp2.850.
Saham kedua yang layak dikoleksi adalah Krakatau Steel (KRAS) dengan target price di level Rp1.250. Kemarin saham ini ditutup di level Rp1.150. Kenaikan harga batubara otomatis serta terganggunya suplai dari Jepang akan membuat produsen baja menaikkan harga jual seiring dengan terkereknya permintaan sehingga menjadi sentimen positif untuk KRAS akan bergerak kembali di atas level psikologis Rp1.200. Entry (1) Rp1.140, Entry (2) Rp1.120, Cut loss point: Rp1.080. Pilihan saham lainnya adalah Bukit Asam (PTBA) dengan taerget price di level Rp21.850. Kemarin saham PTBA ditutup di level Rp20.750. Kenaikan proyeksi laba di 2011 sebesar 14% didorong oleh terkereknya harga batubara spot dari $105 ke $130 serta ASP (average selling price) batubara dari $75 ke $85 dapat offset kecewanya investor atas lambatnya pembangunan protek rel kereta api yang belum rampung. Entry: (1) Rp20.600, Entry (2) Rp20.200, Cut loss point: Rp19.800.
Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Adaro Energy (ADRO) (BUY) dengan target price di level Rp2.375. Kemarin saham ADRO ditutup di level Rp2.250. Downgrade fundamental sudah sepenuhnya terdiskon dalam penurunan harga yang cukup tajam ke daerah jenuh jual sehingga rekomen akumulasi untuk proses upward retracement. Entry (1) Rp2.200, Entry (2) Rp2.150, Cut loss point: Rp2.075.
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu (23/3)
Hal ini disampaikan analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Rabu (23/3). Yuga memprediksi level support IHSG berada di 3.475-3.450, dan level resistance di 3.650-3.750.
Yuga merekomendasikan buy untuk saham Indofood (INDF) dengan target price Rp.5.200 (close 22/3 Rp.5.000). Outlook konsumsi optimis, pangsa pasar signifikan yang dikuasai oleh Bogasari dapat mengurangi efek negatif dari naiknya harga bahan baku gandum sehingga margin masih bisa sustainable ke depan untuk proyeksi earnings menjadi katalis positif untuk akumulasi untuk membikin trading range baru di Rp5.000-5.200. Harga komoditas yang tinggi merupakan sentimen positif untuk unit CPO dan produksi gula. Entry (1) Rp4.950, Entry (2) Rp4.850, Cut loss point: Rp4.750.
Selain itu, Kalbe Farma (KLBF) juga menjadi rekomendasi HD Capital dengan target price di Rp3.125 (Close 22/3 Rp2.975). Permintaan obat yang inelastic terhadap inflasi dan kenaikan harga, outlook konsumsi dan daya beli yang meningkat. Penguatan rupiah yang menurunkan biaya bahan baku impor merupakan katalis positif untuk melirik saham farmasi ini yang sempat terkonsolidasi pascakoreksi dari rall ke Rp3.100 beberapa minggu lalu. Entry (1) Rp2.950, Entry (2) Rp2.850, Cut loss point: Rp2.750
Yuga juga mencatat saham United Tractors (UNTR) bisa dilirik dengan target price Rp23.550 (Close 22/3 Rp22.250). Dampak terhadap suplai spare part Komatsu pascagempa & tsunami Jepang sudah tercermin koreksi pasar. Sekarang pasar lebih melihat ke masuknya musim kemarau di bulan Mei, di mana diperkirakan akan terjadi kenaikan permintaan dari perkebunan (CPO) dan pertambangan (batubara). Bulan Januari, di mana biasanya terjadi penurunan, malah terjadi sebaliknya yaitu penjualan UNTR naik versus bulan sebelumnya tahun lalu. Entry: (1) Rp22.050, Entry (2) Rp21.600, Cut loss point: Rp21.400.
Selanjutnya yang menjadi saha pilihan hari ini adalah Alam Sutera (ASRI) dengan target price Rp275 (close 22/3 Rp265). Proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 80% untuk 3 tahun ke depan yang didorong oleh permintaan rumah di daerah Tangerang, landbank besar yang diperlukan untuk proyek ke depan dan manajemen yang baik dapat mendorong ASRI keluar dari proses konsolidasi ini dan resume up-trend kembali ke Rp275-290. Entry (1) Rp260, Entry (2) Rp250, Cut loss point: Rp235.
INILAH.COM, Jakarta - Laju IHSG pada Rabu (23/3) diprediksi menguat. Aksi bargain hunting di saham-saham yang sudah mengalami koreksi tajam menjadi katalisnya. Cermati saham bluechips dan lapis dua.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/3) ditutup turun 1,13 poin (0,03%) ke 3.517,72. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 0,5 poin ke 627,7. Ukie Jaya Mahendra, Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hari ini akan menguat. “Indeks akan mengarah ke level resistance 3.530-3.535 dan 3.497 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/3) petang.
Menurutnya, potensi penguatan indeks hari ini dipicu aksi bargain hunting para pelaku pasar terutama pada saham-saham yang sudah mengalami pelemahan tajam. Di sisi lain, beberapa saham bluechips yang sudah menguat kemarin, masih akan melanjutkan kenaikan hari ini.
“Sebab, secara fundamental, saham-saham tersebut memang kuat sehingga masih diburu oleh investor asing,” ungkap Ukie. Kemarin pun menurutnya, pelaku pasar yang banyak melakukan aksi beli adalah investor asing. Belum lagi, saham bluechips yang memiliki aksi korporasi seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akhirnya resmi menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 88,65% saham Bank Agroniaga. “BRI pun menjadi emiten yang solid,” timpalnya.
Hanya saja, lanjut Ukie, market secara umum masih wait and see, sehingga tidak terlalu aktif dan laju perdagangannya menjadi terbatas. Menurutnya, market regional masih mencermati kondisi perang antara Sekutu dengan Libya. Ukie mengakui, pengaruh Jepang sudah tidak terlalu berpengaruh ke bursa. Pasar tinggal menunggu pengaruh negatifnya bagi perekonomian RI. Di sisi lain, pasar menantikan kinerja emiten yang belum merilis semua laporan keuangannya untuk kuartal keempat 2010. “Lalu, di akhir Maret ini, pasar juga masih menantikan inflasi dan ketetapan Bank Indonesia terkait suku bunga,” papar Ukie.
Sementara itu, lanjutnya, peluang kembalinya investor ke bursa Nikkei setelah mengalami pelemahan tajam, menurut Ukie tidak signifikan pengaruhnya bagi market domestik. Meskipun, untuk investor dari bursa AS dan Eropa bisa saja kembali bargaining hunting di bursa Jepang. “Kalau kabur dari Indonesia, enggak lah,” tukasnya.
Dalam situasi ini, Ukie merekomendasikan positif saham-saham bluechip di sektor perbankan, infrastruktur, pertambangan dan konsumsi. Tak ketinggalan beberapa saham lapis dua. Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF).Lalu, lanjutnya, jika investor tertarik pada saham ‘gorengan’ bisa melirik saham-saham di second liner seperti PT Tempo Scan Pacific (TSPC) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM). “Saya rekomendasikan buy atau trading buy di level support untuk saham-saham tersebut,” imbuh Ukie. [mdr]
Inilah Pilihan Saham Senin (21/3)
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan menuju level psikologis pada level 1.600 pada perdagangan saham Senin (21/3). IHSG akan didorong sentimen positif regional dan penguatan rupiah.
Kinerja emiten consumer dan perbankan yang relatif baik pada 2010 membuat proyeksi 2011 lebih optimis. Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, kinerja emiten consumer dan perbankan baik pada 2010 memberikan sentimen positif untuk perdagangan saham Senin. "IHSG akan berada di level support 3.475-3.450 dan level resistance 3.650-3.750," ujar Yuganur seperti dikutip dalam situs PT HD Capital Tbk, Minggu (20/3).
Yuganur merekomendasikan saham antara lain saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Tbk (INDF), dan saham PT Astra International Tbk (ASII). "Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham pilihan tersebut," tutur Yuganur.
Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal Willy Sanjaya saat dihubungi, Minggu (20/3). IHSG masih akan dipengaruhi oleh faktor regional. Bencana alam tsunami dan nuklir masih akan mempengaruhi pasar saham tapi IHSG memiliki kecenderungan menguat. Willy meramal, IHSG akan berada di level support 3.467 dan level resistance 3.535 pada perdagangan saham Senin (21/3).
Willy pun merekomendasikan saham sektor tambang, energi dan semen untuk perdagangan saham Senin. Menurut Willy, saham sektor energi dan semen akan menarik. Hal ini dikarenakan bencana nuklir di Jepang akan membuat negara lain berpikir ulang menggunakan sektor energi nuklir. "Batu bara akan menjadi alternatif pilihan untuk energi. Jepang yang akan segera melakukan pemulihan ekonomi membutuhkan semen dalam jumlah besar membuat sektor saham semen juga menarik," kata Willy.
Willy merekomendasikan saham antara lain saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham PT Adaro Energi Tbk (ADRO), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). "Saya rekomendasikan strong buy karena pasar saham sudah normal," tambah Willy.
Pengamat pasar modal Gema Goeyardi meramal, IHSG akan cenderung menguat pada perdagangan saham Senin (21/3). IHSG diprediksikan akan berada di level support 3.450 dan level resistance 3.520. Gema merekomendasikan, saham-saham batu bara dan bank. Saham-saham direkomendasikan saham BUMI, HRUM, BBRI, BDMN, ASII, AALI, dan TINS. "Saya rekomendasikan trading saja untuk saham tersebut," ujar Gema.
BUY: MNCN, BBRI, ASII, INDF | Market Outlook - HeadStart 21-03-2011
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan menuju level psikologis pada level 1.600 pada perdagangan saham Senin (21/3). IHSG akan didorong sentimen positif regional dan penguatan rupiah.
Kinerja emiten consumer dan perbankan yang relatif baik pada 2010 membuat proyeksi 2011 lebih optimis. Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, kinerja emiten consumer dan perbankan baik pada 2010 memberikan sentimen positif untuk perdagangan saham Senin. "IHSG akan berada di level support 3.475-3.450 dan level resistance 3.650-3.750," ujar Yuganur seperti dikutip dalam situs PT HD Capital Tbk, Minggu (20/3).
Yuganur merekomendasikan saham antara lain saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Tbk (INDF), dan saham PT Astra International Tbk (ASII). "Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham pilihan tersebut," tutur Yuganur.
Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal Willy Sanjaya saat dihubungi, Minggu (20/3). IHSG masih akan dipengaruhi oleh faktor regional. Bencana alam tsunami dan nuklir masih akan mempengaruhi pasar saham tapi IHSG memiliki kecenderungan menguat. Willy meramal, IHSG akan berada di level support 3.467 dan level resistance 3.535 pada perdagangan saham Senin (21/3).
Willy pun merekomendasikan saham sektor tambang, energi dan semen untuk perdagangan saham Senin. Menurut Willy, saham sektor energi dan semen akan menarik. Hal ini dikarenakan bencana nuklir di Jepang akan membuat negara lain berpikir ulang menggunakan sektor energi nuklir. "Batu bara akan menjadi alternatif pilihan untuk energi. Jepang yang akan segera melakukan pemulihan ekonomi membutuhkan semen dalam jumlah besar membuat sektor saham semen juga menarik," kata Willy.
Willy merekomendasikan saham antara lain saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham PT Adaro Energi Tbk (ADRO), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). "Saya rekomendasikan strong buy karena pasar saham sudah normal," tambah Willy.
Kinerja emiten consumer dan perbankan yang relatif baik pada 2010 membuat proyeksi 2011 lebih optimis. Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko menuturkan, kinerja emiten consumer dan perbankan baik pada 2010 memberikan sentimen positif untuk perdagangan saham Senin. "IHSG akan berada di level support 3.475-3.450 dan level resistance 3.650-3.750," ujar Yuganur seperti dikutip dalam situs PT HD Capital Tbk, Minggu (20/3).
Yuganur merekomendasikan saham antara lain saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Tbk (INDF), dan saham PT Astra International Tbk (ASII). "Saya rekomendasikan buy untuk saham-saham pilihan tersebut," tutur Yuganur.
Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal Willy Sanjaya saat dihubungi, Minggu (20/3). IHSG masih akan dipengaruhi oleh faktor regional. Bencana alam tsunami dan nuklir masih akan mempengaruhi pasar saham tapi IHSG memiliki kecenderungan menguat. Willy meramal, IHSG akan berada di level support 3.467 dan level resistance 3.535 pada perdagangan saham Senin (21/3).
Willy pun merekomendasikan saham sektor tambang, energi dan semen untuk perdagangan saham Senin. Menurut Willy, saham sektor energi dan semen akan menarik. Hal ini dikarenakan bencana nuklir di Jepang akan membuat negara lain berpikir ulang menggunakan sektor energi nuklir. "Batu bara akan menjadi alternatif pilihan untuk energi. Jepang yang akan segera melakukan pemulihan ekonomi membutuhkan semen dalam jumlah besar membuat sektor saham semen juga menarik," kata Willy.
Willy merekomendasikan saham antara lain saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham PT Adaro Energi Tbk (ADRO), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). "Saya rekomendasikan strong buy karena pasar saham sudah normal," tambah Willy.
Pengamat pasar modal Gema Goeyardi meramal, IHSG akan cenderung menguat pada perdagangan saham Senin (21/3). IHSG diprediksikan akan berada di level support 3.450 dan level resistance 3.520. Gema merekomendasikan, saham-saham batu bara dan bank. Saham-saham direkomendasikan saham BUMI, HRUM, BBRI, BDMN, ASII, AALI, dan TINS. "Saya rekomendasikan trading saja untuk saham tersebut," ujar Gema.
BUY: MNCN, BBRI, ASII, INDF | Market Outlook - HeadStart 21-03-2011Penutupan IHSG diatas level 3.475 secara mingguan membuka jalan untuk kembali menuju level psikologis 3.600 didorong oleh sentiment positif regional, penguatan rupiah serta kinerja emitten consumer dan perbankan yang relative baik di 2010 sehingga membuat proyeksi 2011 lebih optimis
IHSG close (18-01) 3.506(+16.725/+0.48%) (Val.Rp.3.4T)
Support: 3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750
Stock picks:
1.Media Nusantara (MNCN): (BUY) (target: Rp.1.050) (close 18/03 Rp.940)
Emitten yang bergerak di bidang media ini bisa menjadi consumer-play untuk 2nd liners dengan valuasi menarik (PER 2011F 12x/PBV 1.9x), hutang rendah (DER 0.67x) serta ROE 21%.
Secara technical terjadi cross buy dari stochastic crossover untuk melanjutkan rebound dari support 50-days MA di Rp.930 dengan target pertama di Rp.1.050
Entry (1) Rp.930, Entry (2) Rp.910, Cut loss point: Rp.880
2.Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp.5.350) (Close 18/03 Rp.5.000)
Fokus ke bank dengan qualitas pinjaman yang baik dan struktur funding murah seperti BBRI yang menyalurkan ke high margin Usaha Kredit Mikro bersifat low risk terhadap kejadian external
ROE 30% tertinggi di antara semua bank pemerintah & cost of fund murah
Entry (1) Rp.5.000, Entry (2) Rp.4.950, Cut loss point: Rp.4.875
3.Indofood (INDF) (BUY): (Target: Rp.5.200) (Close 18/03 Rp.4.950)
Secara valuasi menarik PER 2011F 12x dengan target fundamental Rp.5.600 12-bulan kedepan.
Kelihatannya dalam next rally sector consumer akan ikut didukung oleh inflasi terkendali pasca pembatasan BBM ditunda serta penguatan rupiah yang menurunkan imported cost bahan baku dan menaikan consumer confidence (daya beli) masyarakat.
Entry: (1) Rp.4.925, Entry (2) Rp.4.850, Cut loss point: Rp.4.750
4.Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp.56.200) (close 18/03 Rp.54.100)
Proyeksi kedepan masih on track untuk laba 2011 yang diperkirakan akan mencapai target forecast HD capital riset di Rp.14.1 T (sebelumnya forecast 2010F 12.4T terlampui dengan actual result 2010 yang 14.4T). Pasar optimis menunggu hasil penjualan mobil dan motor untuk Maret 2011.
Secara valuasi menarik, target 12-bulan kedepan saja memberikan angka Rp.80.000 dengam asumsi PER 2011F 14.5x, sehingga dengan adanya kenaikan 15% dari forecasted ke actual 2010 maka seharusnya target 12-bulan Rp.80.000 merupakan angka cukup konservatif.
Entry (1) Rp.54.000, Entry (2) Rp.53.700, Cut loss point: Rp.53.100
Sumber HD Capital
Inilah Saham Pilihan Jumat (18/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - Laporan keuangan emiten 2010 diperkirakan akan mendorong kenaikan IHSG pada perdagangan Jumat (18/3) di kisaran 3.450-3.510. Laporan kinerja emiten 2010 akan menjadi pendorong gerak indeks.
Demikian dikatakan analis saham dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. Tekanan terhadap IHSG diperkirakan sudah mulai berkurang. "Kami melihat sentimen dari laporan kinerja emiten 2010 akan menjadi pendorong gerak indeks. Di sisi lain, kami juga memperkirakan harga komoditas masih akan fluktuatif untuk beberapa waktu mendatang. Saham pilihan kami adalah INTA, CPIN, ICBP," katanya.
IHSG kemarin kembali ditutup melemah 1,54% pada 3.477,399 menyusul masih berlanjutnya sentimen negatif dari bursa regional. Kerusakan pada pembangkit listrik nuklir di Jepang serta krisis geopolitik di Timur Tengah menyebabkan investor cenderung melepas portofolio mereka terlebih dahulu. Investor asing khawatir dan lebih banyak melakukan pelepasan sahamnya hari ini. Asing menjual Rp1,57 triliun dengan net foreign sell sebesar Rp401,28 miliar.
Sedangkan analis senior Yuganur Wijanarko menyarankan beli untuk saham UNTR, BBTN, INDF dan BBCA. IHSG diperkirakan akan mengalami technical rebound. "Hal ini dipicu oleh sentiment positif regional, rupiah stabil dan valuasi big cap index movers yang menjadi sangat murah," tulisnya dalam riset kemarin.
Saham United Tractors (UNTR) disarankan beli dengan target harga di 22.750 dari penutupan kemarin di 21.900. Strategi masuk pertama di 21.850 dan kedua di 21.700 dengan cut loss di 21.400. Ketakutan pasar akan berkurangnya suplai spare parts alat berat Komatsu pasca gempa bumi dan Tsunami di utara Jepang terlihat sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dan dirasakan berlebihan karena UNTR juga memiliki bisnis di alat batubara. Saham Bank Tabungan Negara (BBTN) disarankan beli di tingkat harga 1.570 dari penutupan kemarin di 1.460. Strategi masuk pertama di 1.450 dan kedua di 1.410 dengan cut loss di 1.380. Bank lapis dua secara technical mulai kelihatan menarik dengan potensi meneruskan upward rectracement yang sempat berhenti sejenak kedalam pola sideways selama sepekan. Pasar mulai mencerna kemungkinan diadakan private placement diatas level Rp.1.500.
Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.100 dari penutupan kemarin 4.900. Strategi masuk pertama di 4.900 dan kedua di 4.800 dengan cut loss di 4.700. Saham Bank Central Asia (BBCA) disarankan beli dengan target harga di 6.800 dari penutupan kemarin di 6.550. Strategi masuk pertama di 6.500 dan kedua di 6.300 dengan cut loss di 6.150.
Demikian dikatakan analis saham dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. Tekanan terhadap IHSG diperkirakan sudah mulai berkurang. "Kami melihat sentimen dari laporan kinerja emiten 2010 akan menjadi pendorong gerak indeks. Di sisi lain, kami juga memperkirakan harga komoditas masih akan fluktuatif untuk beberapa waktu mendatang. Saham pilihan kami adalah INTA, CPIN, ICBP," katanya.
IHSG kemarin kembali ditutup melemah 1,54% pada 3.477,399 menyusul masih berlanjutnya sentimen negatif dari bursa regional. Kerusakan pada pembangkit listrik nuklir di Jepang serta krisis geopolitik di Timur Tengah menyebabkan investor cenderung melepas portofolio mereka terlebih dahulu. Investor asing khawatir dan lebih banyak melakukan pelepasan sahamnya hari ini. Asing menjual Rp1,57 triliun dengan net foreign sell sebesar Rp401,28 miliar.
Sedangkan analis senior Yuganur Wijanarko menyarankan beli untuk saham UNTR, BBTN, INDF dan BBCA. IHSG diperkirakan akan mengalami technical rebound. "Hal ini dipicu oleh sentiment positif regional, rupiah stabil dan valuasi big cap index movers yang menjadi sangat murah," tulisnya dalam riset kemarin.
Saham United Tractors (UNTR) disarankan beli dengan target harga di 22.750 dari penutupan kemarin di 21.900. Strategi masuk pertama di 21.850 dan kedua di 21.700 dengan cut loss di 21.400. Ketakutan pasar akan berkurangnya suplai spare parts alat berat Komatsu pasca gempa bumi dan Tsunami di utara Jepang terlihat sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dan dirasakan berlebihan karena UNTR juga memiliki bisnis di alat batubara. Saham Bank Tabungan Negara (BBTN) disarankan beli di tingkat harga 1.570 dari penutupan kemarin di 1.460. Strategi masuk pertama di 1.450 dan kedua di 1.410 dengan cut loss di 1.380. Bank lapis dua secara technical mulai kelihatan menarik dengan potensi meneruskan upward rectracement yang sempat berhenti sejenak kedalam pola sideways selama sepekan. Pasar mulai mencerna kemungkinan diadakan private placement diatas level Rp.1.500.
Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) disarankan beli dengan target harga di 5.100 dari penutupan kemarin 4.900. Strategi masuk pertama di 4.900 dan kedua di 4.800 dengan cut loss di 4.700. Saham Bank Central Asia (BBCA) disarankan beli dengan target harga di 6.800 dari penutupan kemarin di 6.550. Strategi masuk pertama di 6.500 dan kedua di 6.300 dengan cut loss di 6.150.
Jumat, 18/03/2011 07:49 WIB
Market Flash eTrading
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan hari Kamis (17/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 161 point (+1.39%) ke level 11,774.59 menyusul keluarnya beberapa data perekonomian di AS serta naiknya kepercayaan investor bahwa Jepang dapat mengontrol krisis nuklir yang terjadi. CPI (MoM) tercatat naik menjadi 0.5% melebihi estimasi sebesar 0.4%, sementara Jobless Claims tercatat sebesar 385ribu, lebih rendah dari estimasi sebesar 388ribu.
IHSG sendiri kemarin (17/3) kembali ditutup turun 47 point (-1.34%) ke level 3,484.21 mengikuti penurunan bursa di regional menyusul kekhawatiran akan reaktor nuklir di Jepang yang belum stabil. Asing kemarin (17/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp367 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah telekomunikasi dan perbankan.
Secara teknikal kemarin (17/3) IHSG terlihat tekanan jual yang cukup hebat hingga menyebabkan IHSG sempat menyentuh level 3,465 sebelum akhirnya terjadi aksi beli pada akhir sesi yang membuat IHSG ditutup di level 3,484. Sinyal MACD IHSG menunjukkan perpotongan garis MACD terhadap garis sinyal yang menyebabkan IHSG masih berpotensi melemah pada perdagangan besok.
Pada perdagangan hari ini (18/3) IHSG kami perkirakan akan bergerak dikisaran 3,438-3,504 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, BBRI dan CPIN.
News & Analysis
IHSG sendiri kemarin (17/3) kembali ditutup turun 47 point (-1.34%) ke level 3,484.21 mengikuti penurunan bursa di regional menyusul kekhawatiran akan reaktor nuklir di Jepang yang belum stabil. Asing kemarin (17/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp367 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah telekomunikasi dan perbankan.
Secara teknikal kemarin (17/3) IHSG terlihat tekanan jual yang cukup hebat hingga menyebabkan IHSG sempat menyentuh level 3,465 sebelum akhirnya terjadi aksi beli pada akhir sesi yang membuat IHSG ditutup di level 3,484. Sinyal MACD IHSG menunjukkan perpotongan garis MACD terhadap garis sinyal yang menyebabkan IHSG masih berpotensi melemah pada perdagangan besok.
Pada perdagangan hari ini (18/3) IHSG kami perkirakan akan bergerak dikisaran 3,438-3,504 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, BBRI dan CPIN.
News & Analysis
- AISA : Laba Bersih Tiga Pilar Naik 84,79%
- BTEL : Perkuat Jaringan Bangun 300 BTS
- PTPP : PTPP Bukukan Laba Bersih Rp201,65 Miliar
- BBRI : Targetkan Penyaluran KPR Rp6 Triliun
- KRAS : Krakatau Steel Siap Pasok Baja ke Jepang
- Economic & Strategy
Economy: Fitch: Selalu Untung Besar, Bank RI Jadi Incaran Asing
Chart in Focus
- ITMG (BoW)
- LSIP (BoW)
- MYOR (Spec Buy)
- INTP (Spec Sell)
- CPIN (SoS)
- KRAS (SoS).
Menu Saham Komoditas- Perbankan Untuk Hari Ini,Rabu,16/03/2011.
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (16/3) masih berpotensi menguat. Saham-saham pilihan berasal dari sektor komoditas dan perbankan.
Analis dari Woori Sekuritas Teuku Hendri mengatakan, kekhawatiran terganggunya proses pemulihan ekonomi global akibat dampak gempa di Jepang, menyebabkan investor melakukan deleveraging dan pengalihan ke aset yang relatif aman.“Eropa, AS dan kini Jepang menambah berat laju pertumbuhan ekonomi dunia, apalagi China juga masih melakukan pengetatan likuiditas utk mengerem pertumbuhan ekonomi,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Namun, jika IHSG masih bergerak di kisaran 3.490-3.500, maka trend jangka pendek IHSG masih kuat (uptrend). Ini didukung faktor fundamental, dimana ekspor Indonesia bukan hanya ke Jepang, tapi juga ke China dan India, terutama untuk ekspor produk yang berbasis komoditas. “Sehingga permintaan komoditas masih ada,” katanya. Di tengah situasi ini, Teuku Hendri menyarankan investor untuk tidak terlalu agresif melakukan pembelian, terutama karena harga saham masih turun. Namun, ia merekomendasikan untuk bersiap akumulasi beli di beberapa saham.
Salah satu sektor pilihannya berasal dari komoditas, seperti saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan TB Bukit Asam (PTBA). Sedangkan dari sektor perbankan, Henri menjagokan saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR), “Rekomendasi beli untuk saham-saham ini,” ujarnya. Dihubungi terpisah, Viviet S Putri dari Anugerah Securindo mengatakan, IHSG hari ini masih akan dibayangi pelemahan lanjutan, ”Terutama karena investor masih terlihat ragu bertransaksi,” ujarnya.
Ia menilai, tekanan jual masih akan mendominasi saham dari. Namun, beberapa saham diperkirakan berpotensi menguat, seperti ITMG dan BJBR. Tekanan jual terhadap saham berkapitalisasi besar, seperti grup Astra hari ini masih akan terjadi, dan menekan IHSG. Namun, saham lapis kedua dan tiga akan aktif di perdagangkan, seperti saham Nippon Indosari Corporindo (ROTI ) dan FKS Multi Agro (FISH). ”Kedua emiten ini terlihat menarik karena tingginya permintaan pasca tsunami di Jepang,” ujarnya.
Pada perdagangan Selasa (15/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 45,356 poin (1,28%) ke level 3.524,483. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi tercatat sebesar 4,104 miliar lembar saham, senilai Rp 4,969 triliun dan frekuensi 106.477 kali. Sebanyak 38 saham naik, 197 saham turun, dan 63 saham stagnan. Kendati terkoreksi, asing masih mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp41 miliar. Rinciannya adalah, nilai transaksi beli mencapai Rp1,286 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,245 triliun. [mdr]
Rabu, 16/03/2011 08:17 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan hari Selasa (15/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 137 point (-1.15%) ke level 11,855.42 masih dikarenakan kekhawatiran akan dampak bencana alam serta ancaman ledakan reaktor nuklir di Jepang mengalahkan pengumuman dari The Fed yang mengatakan bahwa ekonomi AS mengalami pertumbuhan.
IHSG sendiri kemarin (15/3) ditutup melemah 45 point (-1.28%) ke level 3,524.48 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional dan global yang mayoritas ditutup turun.
Asing kemarin tercatat melakukan net sell sebesar Rp43 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah banking dan plantation.
Secara teknikal, IHSG kemarin (15/3) dilanda tekanan jual hebat hingga candlestick membentuk black marubozu yang mengindikasikan sinyal bearish kuat, namun di sesi 2 IHSG mampu memberikan perlawanan sehingga menggagalkan pola tersebut. Indikator stochastic dan RSI bergerak downtrend sementara MACD Histogram mencoba bergerak memasuki area negatif.
Pada perdagangan hari ini (16/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,468- 3,570 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. APLN, PTPP, dan HEXA.
IHSG sendiri kemarin (15/3) ditutup melemah 45 point (-1.28%) ke level 3,524.48 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional dan global yang mayoritas ditutup turun.
Asing kemarin tercatat melakukan net sell sebesar Rp43 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah banking dan plantation.
Secara teknikal, IHSG kemarin (15/3) dilanda tekanan jual hebat hingga candlestick membentuk black marubozu yang mengindikasikan sinyal bearish kuat, namun di sesi 2 IHSG mampu memberikan perlawanan sehingga menggagalkan pola tersebut. Indikator stochastic dan RSI bergerak downtrend sementara MACD Histogram mencoba bergerak memasuki area negatif.
Pada perdagangan hari ini (16/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,468- 3,570 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. APLN, PTPP, dan HEXA.
- BMRI : 2010, Transaksi Remitansi Capai Rp805 Triliun
- BWPT : Raih Kredit Rp273 Miliar Dari BNI
- LPKR : Kondominium Elit Lippo di Kemang Ludes Terjual
- NIKL : 2010, Laba Naik 78%
- NISP : NISP Tegaskan Tidak Bagi Dividen
News & Analysis
- Industry: Digemari Masyarakat, Pertumbuhan Minimarket Meroket
- Industry: Industri Jepang Terpukul, Peluang RI Besar
- Infra: Anggaran Pembangunan Jembatan Selat Sunda Membengkak
Chart in Focus
- APLN (Spec Buy)
- HEXA (Spec Buy)
- PTPP (Spec Buy)
- ENRG (Spec Sell)
- BORN (SoS)
- ITMG (SoS).
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa (15/3)
INILAH.COM, Jakarta - Aksi profit taking akibat jenuh beli IHSG berhenti dicegat oleh bargain hunters disupport zone crossover ma 10-50 hari (3.530-3.510) sehingga minor uptrend masih berjalan.
Hal ini disampaikan Senior Research HD Capital, Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Selasa (15/3). Dia memperkirakan level support IHSG akan berada di 3.510-3.470 dan level resistance di 3.650-3.750.
Yang menjadi saham pilihan hari ini di antaranya Bank Jawa Barat (BJBR) dengan target price Rp1.250 (close 14/3 Rp1.150). Yuga melihat laba 2010 yang naik 25% menyebabkan pasar optimis kembali atas kinerja keuangan Q1 2011 Perseroan dan full year 2011 ke depan. "Kelihatannya hal ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga sahamnya sehingga masih ada potensi untuk mencoba menembus ma 50 hari di 1.190," ujarnya. Entry (1) Rp1.130, Entry (2) Rp1.110, Cut loss point: Rp1.080.
Selain itu, dia juga merekomendasikan buy untuk saham Krakatau Steel (KRAS) dengan target price Rp1.150 (Close 14/3 Rp1.090). Menurutnya, kehancuran infrastruktur Jepang akibat Tsunami dapat memicu harga baja naik untuk kebutuhan pembangunan kembali gedung, mobil dan beberapa barang lainnya yang mengunakan baja. Permintaan batubara yang naik pascatsunami Jepang yang merusak reactor nuklir, kemungkinan memaksa Jepang sekarang untuk berpikir guna beralih ke tenaga batubara. Ini akan membuat cost produksi baja naik sehingga produsen baja akan menaikan harga jual besi ke consumer. Entry (1) Rp1.080, Entry (2) Rp1.060, Cut loss point: Rp1.030.
Selanjutnya, saham Alam Sutera (ASRI) juga bisa menjadi salah satu saham yang layak dilirik dengan target price Rp270-295 (Close 14/3 Rp265). Suku bunga BI rate yang tetap serta inflasi yang terkendali dan penguatan rupiah positif untuk kinerja sektor properti. Secara teknikal, ASRI sudah dalam pola minor uptrend dengan misi mencoba mengejar garis resistance down-trend-line pertama di Rp270 dan kedua di Rp290. Entry: (1) Rp265, Entry (2) Rp255, Cut loss point: Rp250.
Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target price Rp6.400 (close 14/3 Rp6.150). Modal kuat untuk ekspansi kredit pascarights issue Rp13 triliun, valuasi menarik (PER 13x/PBV1,9x) dengan ROE di atas 20% merupakan katalis positif untuk akumulasi di support zone crossover MA 10-50 hari (Rp6.150-5.950) dengan target atas di downtrendline Rp6.350. Entry (1) Rp6.150, Entry (2) Rp5.950, Cut loss point: Rp5.850.
Hal ini disampaikan Senior Research HD Capital, Yuganur Wijanarko dalam ulasan pasarnya untuk perdagangan Selasa (15/3). Dia memperkirakan level support IHSG akan berada di 3.510-3.470 dan level resistance di 3.650-3.750.
Yang menjadi saham pilihan hari ini di antaranya Bank Jawa Barat (BJBR) dengan target price Rp1.250 (close 14/3 Rp1.150). Yuga melihat laba 2010 yang naik 25% menyebabkan pasar optimis kembali atas kinerja keuangan Q1 2011 Perseroan dan full year 2011 ke depan. "Kelihatannya hal ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga sahamnya sehingga masih ada potensi untuk mencoba menembus ma 50 hari di 1.190," ujarnya. Entry (1) Rp1.130, Entry (2) Rp1.110, Cut loss point: Rp1.080.
Selain itu, dia juga merekomendasikan buy untuk saham Krakatau Steel (KRAS) dengan target price Rp1.150 (Close 14/3 Rp1.090). Menurutnya, kehancuran infrastruktur Jepang akibat Tsunami dapat memicu harga baja naik untuk kebutuhan pembangunan kembali gedung, mobil dan beberapa barang lainnya yang mengunakan baja. Permintaan batubara yang naik pascatsunami Jepang yang merusak reactor nuklir, kemungkinan memaksa Jepang sekarang untuk berpikir guna beralih ke tenaga batubara. Ini akan membuat cost produksi baja naik sehingga produsen baja akan menaikan harga jual besi ke consumer. Entry (1) Rp1.080, Entry (2) Rp1.060, Cut loss point: Rp1.030.
Selanjutnya, saham Alam Sutera (ASRI) juga bisa menjadi salah satu saham yang layak dilirik dengan target price Rp270-295 (Close 14/3 Rp265). Suku bunga BI rate yang tetap serta inflasi yang terkendali dan penguatan rupiah positif untuk kinerja sektor properti. Secara teknikal, ASRI sudah dalam pola minor uptrend dengan misi mencoba mengejar garis resistance down-trend-line pertama di Rp270 dan kedua di Rp290. Entry: (1) Rp265, Entry (2) Rp255, Cut loss point: Rp250.
Yuga juga merekomendasikan buy untuk saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target price Rp6.400 (close 14/3 Rp6.150). Modal kuat untuk ekspansi kredit pascarights issue Rp13 triliun, valuasi menarik (PER 13x/PBV1,9x) dengan ROE di atas 20% merupakan katalis positif untuk akumulasi di support zone crossover MA 10-50 hari (Rp6.150-5.950) dengan target atas di downtrendline Rp6.350. Entry (1) Rp6.150, Entry (2) Rp5.950, Cut loss point: Rp5.850.
Selasa, 15/03/2011 07:38 WIB
Rekomendasi Saham
Bursa Jepang Belum Pulih, IHSG Mulai Hati-hati
Rekomendasi Saham
Bursa Jepang Belum Pulih, IHSG Mulai Hati-hati
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di tengah jatuhnya bursa Jepang akibat gempa dan tsunami. IHSG rebound bersamaan dengan sejumlah bursa regional lainnya. Pada perdagangan di awal pekan, Senin (14/3/2011), IHSG menguat 27,611 poin (0,77%) ke level 3.569,839. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,613 poin (1,04%) ke level 638,112.
Pada perdagangan Senin (14/3/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 51,24 poin (0,43%) ke level 11.993,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,89 poin (0,6%) ke level 1.296,39 dan Nasdaq melemah 14,64 poin (0,54%) ke level 2.700,97. Sedangkan bursa Jepang masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 335,86 poin (3,49%) ke level 9.284,63.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini :
IHSG pada perdagangan Senin kemarin (14/3), ditutup menguat sebesar 27.6 poin (0.77%) ke level 3,569.84. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya saham-saham sector pertambangan menyusul rusaknya reaktor nuklir akibat gempa dan tsunami di Jepang memicu meningkatnya permintaan terhadap komoditas batu bara. Sektor pertambangan pada perdagangan kemarin tercatat menguat 2.1% disusul oleh sector miscellanious industries yang menguat 1.49%. Sementara itu, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 204 milliar.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin candlestick IHSG membentuk pola spinning top yang mengindikasikan pergerakan pasar masih diliputi keraguan para investor. Indikator Srochastic bergerak down trend meninggalkan area overbought dan MACD mulai bergerak sideway di area positif. Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan hari ini (15/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,537-3,611 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INCO, HRUM , dan ITMG.
Inilah Saham Pilihan Senin (14/3)
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melemah pada perdagangan saham Senin (14/3) dengan level support 3.530-3.450-3.350 dan level resistance 3.580-3.650-3.750.
Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan,koreksi yang terjadi akibat penurunan regional dan tsunami di Jepang membuat beberapa big cap indeks movers menarik kembali untuk akumulasi dalam koreksi sehat. Hal ini dikarenakan akibat keadaan jenuh beli ini. Seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk, Yuganur memprediksikan, IHSG akan bergerak di level support 3.530-3.450-3.350 dan level resistance 3.580-3.650-3.750.
Sementara Analis PT Eco Capital Securities Cece Ridwan menuturka, gejolak di TImur Tengah dan Afrika Utara masih mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, faktor regional dan global pun seperti indeks Dow Jones akan mempengaruhi IHSG pada Senin (14/3). "IHSG masih dipengaruhi penutupan saham Wall Street. Bila Wall Street menguat maka indeks kita akan menguat," ujar Cece saat dihubungi akhir pekan lalu.
Cece menambahkan, aktifitas investor asing juga mempengaruhi perdagangan saham Senin depan. Bursa saham Indonesia masih menjadi tempat menarik bagi investor asing. Cece meramal, IHSG akan berada di level support 3.300 dan level resistance 3.700.
Adapun rekomendasi saham, Yuganur merekomendasikan untuk mencermati saham BBRI, BMRI, ADRO, dan ASII. "Saya rekomendasikan buy untuk saham tersebut," tutur Yuganur.
Cece merekomendasikan saham memiliki fundamental bagus seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT Mayora Tbk (MYOR), dan PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN). Sedangkan saham perbankan yang jadi pilihan yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham Bank Danamon Tbk (BDMN). "Saya rekomendasikan buy on support," ujar Cece.
Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan,koreksi yang terjadi akibat penurunan regional dan tsunami di Jepang membuat beberapa big cap indeks movers menarik kembali untuk akumulasi dalam koreksi sehat. Hal ini dikarenakan akibat keadaan jenuh beli ini. Seperti dikutip dari situs PT HD Capital Tbk, Yuganur memprediksikan, IHSG akan bergerak di level support 3.530-3.450-3.350 dan level resistance 3.580-3.650-3.750.
Sementara Analis PT Eco Capital Securities Cece Ridwan menuturka, gejolak di TImur Tengah dan Afrika Utara masih mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, faktor regional dan global pun seperti indeks Dow Jones akan mempengaruhi IHSG pada Senin (14/3). "IHSG masih dipengaruhi penutupan saham Wall Street. Bila Wall Street menguat maka indeks kita akan menguat," ujar Cece saat dihubungi akhir pekan lalu.
Cece menambahkan, aktifitas investor asing juga mempengaruhi perdagangan saham Senin depan. Bursa saham Indonesia masih menjadi tempat menarik bagi investor asing. Cece meramal, IHSG akan berada di level support 3.300 dan level resistance 3.700.
Adapun rekomendasi saham, Yuganur merekomendasikan untuk mencermati saham BBRI, BMRI, ADRO, dan ASII. "Saya rekomendasikan buy untuk saham tersebut," tutur Yuganur.
Cece merekomendasikan saham memiliki fundamental bagus seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT Mayora Tbk (MYOR), dan PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN). Sedangkan saham perbankan yang jadi pilihan yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham Bank Danamon Tbk (BDMN). "Saya rekomendasikan buy on support," ujar Cece.
Awal Pekan, Cermati Saham Prospektif
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Senin (14/3) berpotensi menguat. Investor bisa mencermati saham yang prospektif dari kelas unggulan dan lapis dua.
Nico Omer Jonckheere dari Valburry Securities mengatakan, IHSG hari ini seharusnya mampu bangkit, seiring penguatan bursa saham Wall Street dan pelemahan harga minyak. “Selain itu, penurunan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama berpotensi mendorong rebound harga berbagai komoditas,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (11/3) akhir pekan lalu, bursa AS berhasil ditutup menguat, menepis sentimen buruk bencana gampa dan tsunami di Jepang. Indeks Dow Jones ditutup menguat 59,79 poin (0,5%) ke level 12.044,4. Indeks Nasdaq naik 14,59 poin (0,54%) ke level 2.715,61 dan indeks S&P 500 naik 9,17 poin (0,71%) ke level 1.304,28.
Menurut Nico, dampak darigempa bumidiJepangtidak akan terlalu besar pula pengaruhnya terhadap Indonesia. Hal ini mengingat Jepang adalah negara dengan pengalaman paling banyak menghadapi gempa di dunia selama setahun.
Ia pun menyarankan pelaku pasar berkaca dari tsunami yang terjadi pada 2004 di Aceh, dimana bursa sahamIndonesia justru naik karena ada harapan bisnis akan meningkat untuk pembangunan kembali. “Maka dampak gempa Jepanghanya akan temporer,” paparnya.
Di tengah situasi ini, Nico merekomendasikan investor fokus ke saham yang bisa meningkatkan kinerjanya pada tahun ini dan akan memberikan dividen. Pilihannya adalah TB Bukit Asam (PTBA), Indocement (INTP), Mayora Indah (MYOR), Astra International (ASII), United Tractor (UNTR) dan Lonsum (LSIP).
Sementara saham-saham lapis dua yang masih prospektif berasal dari sektor properti seperti Alam Sutra Realty (ASRI), Bumi Serpong Damai (BSDE) dan Ciputra Development CTRA. Serta saham konsumer Ramayana Lestari (RALS) dan Mitra Adiperkasa (MAPI). “Rekomendasi beli untuk saham–saham ini,” imbuhnya.
Pada perdagangan Jumat (11/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 45,420 poin (1,27%) ke 3.542,23 . Perdagangan di Bursa Efek Indonesia, didukung volume transaksi sebesar 3.974 juta lembar saham, senilai Rp 3,4 triliun dan transaksi 84.921 kali.
Sebanyak 50 saham naik, 171 saham turun, dan 64 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp276 miliar, dimana transaksi jual mencapai Rp1,112 triliun dan transaksi beli sebesar Rp836 miliar. [mdr]
Senin, 14/03/2011 07:21 WIB
Review IHSG eTrading Securities
Review IHSG eTrading Securities
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan minggu lalu (7 - 11 Marert 2011) tercatat menguat tipis sebesar 0.27 poin (0.007%) ke level 3542.23, sementara Indeks LQ 45 sepanjang perdagangan minggu lalu ditutup menguat sebesar 6.1 poin (0.96%%) ke level 631.5.
Indeks sektoral yang mengalami penguatan terbesar pada perdagangan minggu lalu adalah sector Consumer goods yang ditutup menguat sebesar 8.67 poin (1.28%) ke level 1081,724. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar adalah sector Agriculture yang ditutup melemah sebesar 63.7 poin (3.07)% ke level 2014.294. Investor asing pada perdagangan minggu lalu tercatat membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 665.6 milyar, dimana terdiri dari akumulasi pembelian sebesar RP 6269.8 milyar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 5604.2 milyar.
Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu lalu antara lain rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten tahun 2010, semakin menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, meningkatnya krisis politik Timur Tengah yang mulai menyebar ke Arab Saudi, dan Gempa yang diikuti Tsunami di Jepang. Kami melihat pada perdagangan minggu ini faktor yang akan menjadi katalis penggerak IHSG masih mengenai rilisnya laporan kinerja emiten tahun tahun 2010, dan krisis konflik Timur Tengah menyebar ke Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran akan situasi politik di Negara-negara utama penghasil minyak. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain INCO, INTP, dan ADRO.
Indeks sektoral yang mengalami penguatan terbesar pada perdagangan minggu lalu adalah sector Consumer goods yang ditutup menguat sebesar 8.67 poin (1.28%) ke level 1081,724. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar adalah sector Agriculture yang ditutup melemah sebesar 63.7 poin (3.07)% ke level 2014.294. Investor asing pada perdagangan minggu lalu tercatat membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 665.6 milyar, dimana terdiri dari akumulasi pembelian sebesar RP 6269.8 milyar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 5604.2 milyar.
Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu lalu antara lain rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten tahun 2010, semakin menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, meningkatnya krisis politik Timur Tengah yang mulai menyebar ke Arab Saudi, dan Gempa yang diikuti Tsunami di Jepang. Kami melihat pada perdagangan minggu ini faktor yang akan menjadi katalis penggerak IHSG masih mengenai rilisnya laporan kinerja emiten tahun tahun 2010, dan krisis konflik Timur Tengah menyebar ke Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran akan situasi politik di Negara-negara utama penghasil minyak. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain INCO, INTP, dan ADRO.
Senin, 14/03/2011 07:30 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Kena Imbas Jatuhnya Bursa Jepang
Rekomendasi Saham
IHSG Kena Imbas Jatuhnya Bursa Jepang
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu bergerak cukup fluktuatif. Namun IHSG terpangkas cukup dalam pada akhir pekan seiring banyaknya sentimen negatif, mulai dari belum surutnya krisis di Timur Tengah hingga tsunami yang melanda Jepang.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (7/3/2011), IHSG menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717.
Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314
Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675.
Kamis (10/3/2011), IHSG melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648.
Jumat (11/3/2011), IHSG turun 45,420 poin (1,27%) ke level 3.542,228.
"IHSG masih terkena aksi jual di akhir pekan. Secara tidak terduga, terjadi bencana alam di Jepang dan langsung berimbas pada pelemahan regional, termasuk Indonesia. Di akhir sesi, IHSG sempat menguat dan berakhir di level 3.542,23," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM). Anjloknya bursa Jepang akan menjadi sentimen negatif yang menggerus penguatan IHSG. Pada perdagangan Senin (14/3/2011), IHSG diprediksi akan bergerak di teritori negatif.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan dampak tsunami Jepang. Pada perdagangan Jumat (11/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 59,79 poin (0,5%) ke level 12.044,4. Indeks Nasdaw juga naik 14,59 poin (0,54%) ke level 2.715,61. Untuk indeks S&P 500 juga naik 9,17 poin (0,71%) ke level 1.304,28. Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin ini dengan kemerosotan tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 540,39 (5%) ke level 9.714.04.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
IHSG pada jumat minggu lalu (11/3) ditutup turun 45 point (-1.27%) ke level 3,542.23 menyusul kekhawatiran mengenai krisis politik di Timur Tengah yang sudah mulai menyebar ke Arab Saudi serta gempa besar dan Tsunami yang terjadi Jepang. Asing kemarin (11/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp 295.26 milliar. Dimana sektor yang paling banyak dijual oleh asing adalah sektor perbankan sebesar Rp 89 miliar, sektor plantation Rp 73 miliar, dan sektor batubara sebesar Rp 45 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya melihat indicator stochastic masih bergerak down trend di area overbought dan RSI masih bergerak down trend. Pada perdagangan hari ini (14/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,475-3,568 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNVR.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (7/3/2011), IHSG menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717.
Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314
Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675.
Kamis (10/3/2011), IHSG melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648.
Jumat (11/3/2011), IHSG turun 45,420 poin (1,27%) ke level 3.542,228.
"IHSG masih terkena aksi jual di akhir pekan. Secara tidak terduga, terjadi bencana alam di Jepang dan langsung berimbas pada pelemahan regional, termasuk Indonesia. Di akhir sesi, IHSG sempat menguat dan berakhir di level 3.542,23," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM). Anjloknya bursa Jepang akan menjadi sentimen negatif yang menggerus penguatan IHSG. Pada perdagangan Senin (14/3/2011), IHSG diprediksi akan bergerak di teritori negatif.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu berhasil keluar dari tekanan dampak tsunami Jepang. Pada perdagangan Jumat (11/3/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 59,79 poin (0,5%) ke level 12.044,4. Indeks Nasdaw juga naik 14,59 poin (0,54%) ke level 2.715,61. Untuk indeks S&P 500 juga naik 9,17 poin (0,71%) ke level 1.304,28. Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin ini dengan kemerosotan tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot 540,39 (5%) ke level 9.714.04.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
IHSG pada jumat minggu lalu (11/3) ditutup turun 45 point (-1.27%) ke level 3,542.23 menyusul kekhawatiran mengenai krisis politik di Timur Tengah yang sudah mulai menyebar ke Arab Saudi serta gempa besar dan Tsunami yang terjadi Jepang. Asing kemarin (11/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp 295.26 milliar. Dimana sektor yang paling banyak dijual oleh asing adalah sektor perbankan sebesar Rp 89 miliar, sektor plantation Rp 73 miliar, dan sektor batubara sebesar Rp 45 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya melihat indicator stochastic masih bergerak down trend di area overbought dan RSI masih bergerak down trend. Pada perdagangan hari ini (14/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,475-3,568 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, INTP, dan UNVR.
Inilah Saham Pilihan Jumat (11/3/2011)
INILAH.COM, Jakarta - IHSG masih akan dipengaruhi krisis politik
di Linya karena menaikkan harga minyak dunia. Indeks hari ini
diperkirakan bergerak di kisaran 3.550-3.605.
Demikian dikutip dari hasil riset analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono kemarin. Pergerakan indeks dalam jangka pendek akan dipengaruhi oleh sentimen dari harga komoditas dan bursa regional. Krisis politik di Timur Tengah akan menjadi fokus dari investor global, mengingat kawasan tersebut merupakan pemasok minyak terbesar di dunia."Sementara untuk besok (hari ini) kami perkirakan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.550-3.605. Saham pilihan untuk trading yaitu saham BBCA, PTBA, MNCN, INTP," katanya.
Demikian dikutip dari hasil riset analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono kemarin. Pergerakan indeks dalam jangka pendek akan dipengaruhi oleh sentimen dari harga komoditas dan bursa regional. Krisis politik di Timur Tengah akan menjadi fokus dari investor global, mengingat kawasan tersebut merupakan pemasok minyak terbesar di dunia."Sementara untuk besok (hari ini) kami perkirakan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.550-3.605. Saham pilihan untuk trading yaitu saham BBCA, PTBA, MNCN, INTP," katanya.
IHSG kemarin mengalami profit
taking kemarin mengikuti melemahnya bursa regional. Penurunan indeks
terjadi setelah 5 hari berturut-turut mengalami kenaikan. Akhirnya
indeks ditutup turun 11,03 poin (0,3%) ke 3.587,65. Volume perdagangan
mencapai 2,5 miliar saham senilai Rp2,6 triliun. IHSG mengalami net
foreign sell sebesar Rp29,3 miliar dengan pembelian asing Rp845,4 miliar
dan penjualan asing mencapai Rp874,7 miliar.Sementara analis
senior HD Capital Yuganur Wijanarko melihat menyarankan saham ELTY,
ITMG, KLBF dan ASII untuk mengantisipasi technical rebound di beberapa
emitten yang bersifat counter-cyclical seperti batubara, farmasi, dan
property selektif.
Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) disarankan beli dengan target harga 46.000 dari penutupan kemarin di 43.900. Strategi masuk pertama di 43.850 dan kedua di 43.600 dengan cut loss di 43.250. Beberapa katalis positif seperti placement saham di atas Rp200 dan upgrade proyeksi laba untuk 2011 belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan saham yang relatif masih dalam pola perbaikan trend untuk misi membuat daily stochastic memberikan signal beli.
Saham Kalbe Farma (KLBF) disarankan beli dengan target harga di 3.250 dari penutupan kemarin di 3.050. Strategi masuk pertama di 2.950 dan kedua di 2.850 dengan cut loss di 2.750. Penguatan rupiah yang terbukti memberikan kontribusi signifikan ke laba 2010 dengan menurunkan biaya import cost obat.
Saham Bakrieland Development (ELTY) disarankan beli dengan target harga di 155 dari penutupan kemarin di 146. Strategi masuk pertama di 145 dan kedua di 142 dengan cut loss di 139.Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 56.400 dari penutupan kemarin di 56.150. Strategi masuk pertama di 55.400 dan kedua di 55.050 dengan cut loss di 54.850.
Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) disarankan beli dengan target harga 46.000 dari penutupan kemarin di 43.900. Strategi masuk pertama di 43.850 dan kedua di 43.600 dengan cut loss di 43.250. Beberapa katalis positif seperti placement saham di atas Rp200 dan upgrade proyeksi laba untuk 2011 belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan saham yang relatif masih dalam pola perbaikan trend untuk misi membuat daily stochastic memberikan signal beli.
Saham Kalbe Farma (KLBF) disarankan beli dengan target harga di 3.250 dari penutupan kemarin di 3.050. Strategi masuk pertama di 2.950 dan kedua di 2.850 dengan cut loss di 2.750. Penguatan rupiah yang terbukti memberikan kontribusi signifikan ke laba 2010 dengan menurunkan biaya import cost obat.
Saham Bakrieland Development (ELTY) disarankan beli dengan target harga di 155 dari penutupan kemarin di 146. Strategi masuk pertama di 145 dan kedua di 142 dengan cut loss di 139.Astra International (ASII) disarankan beli dengan target harga di 56.400 dari penutupan kemarin di 56.150. Strategi masuk pertama di 55.400 dan kedua di 55.050 dengan cut loss di 54.850.
Tiga Sektor Pilihan Siap Topang IHSG INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Jumat (11/3)
berpotensi menguat terbatas. Saham pilihan berasal dari sektor tambang,
infrastruktur dan perbankan.
Andrew Argado, analis dari Etrading Securities mengatakan, meskipun jangka pendek masih up trend, IHSG masih sulit untuk menembus resistance 3.630 dan membentuk new high. “IHSG hari ini akan bergerak di range3.567-3.630,”katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, penghalang penguatan indeks berasal dari faktor eksternal, terutama harga minyak yang fluktuatif di atas US$ 100 per barel. Selain itu situasi Libya yang belum kondusif yang berpotensi menjalar ke Saudi Arabia, sebagai kontributor 11% produksi minyak dunia.
Di tengah situasi ini, Andrew merekomendasikan buy on weakness. Terutama karena dalam koreksi jangka pendek ini, banyak saham-saham yang sudah terkoreksi. Pilihan untuk sektor pertambangan adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan TB Bukit Asam (PTBA).
Menurutnya, pelaku pasar sebaiknya mengambil momentum kenaikan harga minyak, karena kisruh Libya masih berlanjut dan mengarah ke perang saudara. Emiten batubara akan diuntungkan dengan kenaikan harga. “Turunnya produksi karena cuaca buruk pada 2010, diharapkan mulai membaik tahun ini,” ujarnya.
Saham lain yang disarankan adalah Jasa Marga (JSMR). Hal ini terkait rencana kementrian PU untuk menaikkan tarif 9 ruas jalan tol pada September 2011. "Sentimen positif lain berasal dari rencana perseroanmenambahruas jalan tol,” paparnya.
Sedangkan untuk perbankan, beberapa saham pilihan Andrew adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR). "Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini,” ujarnya.
Ia menilai, saat suku bunga mulai naik untuk meng-counter inflasi, margin perbankan tetap akan tergerus. Pasalnya, berapa pun tingginya aset kredit, bank akan tetap sulit menekan biaya bunga simpanan.
Bank yang menyalurkan kredit konsumer, lebih terdiverisifikasi risiko kenaikan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL), sehingga meski terjadi penggerusan margin, resiko kredit macet kecil.
Pada perdagangan Kamis (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia, didukung volume transaksi sebesar 3.336,5 juta lembar saham, senilai Rp 3,196 triliun dan frekuensi 92.583 kali.
Sebanyak 76 saham naik, 127 saham turun dan 79 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp29 miliar. Dimana transaksi jual mencapai Rp874 miliar dan transaksi beli sebesar Rp845 miliar. [mdr]
Jumat, 11/03/2011 07:29 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan hari Kamis (10/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 228 point (-1.87%) ke level 11,984.61 menyusul keluarnya data Jobless Claims yang tercatat naik diikuti dengan sentimen negatif dari China dan Eropa.
IHSG kemarin (10/3) ditutup turun 11 point (-0.31%) ke level 3,587.65 menyusul kembali naiknya harga sejumlah komoditas terutama minyak. Sektor mining kemarin (10/3) menjadi motor utama penurunan, sementara yang mengalami kenaikan hanya sektor manufaktur, trade dan consumer goods.
Asing kemarin (10/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp6.9 milliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah mining.
Secara teknikal, setelah bergerak menguat selama lima hari terakhir, pada perdagangan kemarin (10/3) IHSG ditutup melemah dengan candle membentuk hanging man menandakan adanya potensi bearish reversal, sementara indikator stochastic membentuk death cross di area overbought dan RSI telah bergerak downtrend.
Pada perdagangan hari ini (11/3), IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penurunannya dan bergerak dikisaran 3,520-3,621 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INTP, MYOR, dan BMTR.
Rekomendasi Saham
IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 18 poin seiring terus masuknya dana asing di lantai bursa. Positifnya IHSG hari ini merupakan penutupan perdagangan kelimanya menguat secara berturut-turut.
Pada perdagangan, Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,598 poin (0,56%) ke level 644,042.
"Memasuki pertengahan pekan ini, IHSG masih bisa mencatatkan kinerja positif. Bahkan sempat menyentuh kembali level 3.600. Penguatan lanjutan di minggu kedua ini berbeda dengan pergerakan IHSG di minggu kedua Februari dimana bergerak melemah di awal pekan setelah penguatan di akhir pekan sebelumnya," ujar Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Setelah terus menerus menguat dan sempat menembus level 3.600, posisi IHSG mulai rawan. Meski daya beli masih cukup besar, namun koreksi yang menyambangi sebagian besar bursa regional akan menghambat laju IHSG. Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Outlook yang kurang baik dari Texas Instruments sukses 'menggerogoti' Nasdaq sehingga ditutup melemah. Namun penguatan saham International Business Machines Corp (IBM) berhasil menahan penurunan Dow Jones.
Pada perdagangan Rabu (9/3/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 1,29 poin (0,01%) ke level 12.213,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,80 poin (0,14%) ke level 1.320,02 dan Nasdaq melemah 14,05 poin (0,51%) ke level 2.751,72.
Bursa Jepang juga bergerak melemah. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan penurunan 68,08 poin (0,64%) ke level 10.521,42.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (+0.51%) ke level 3,598.67 dengan kenaikan hampir disemua sektor kecuali mining dan basic industri. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp342 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining dan banking. Secara teknikal IHSG pada tiga hari terakhir bergerak menguat dengan volume yang meningkat, namun perlu diwaspadai IHSG akan reversal melihat candle inverted hammer yang terbentuk pada perdagangan hari ini, sementara indikator stochastic berpotensi death cross di area overbought dan RSI telah bergerak melandai. Pada perdaganga besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,548-3,635 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, MYOR, dan ISAT.
'JPFA Berhasil Break Resisten, Buy'
JPFA-11-03-09
JPFA berhasil menembus resistennya di level 3150. Penembusan ini berpeluang membawa JPFA menguat menuju level 3450. Jika level 3450 mampu ditembus, maka JPFA berpeluang kembali Uptrend dengan target selanjutnya 3950. Rekomendasi: Buy, Stoploss di 2950.
Kamis, 10/03/2011 07:50 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Rabu (9/3) Indeks Dow Jones kembali ditutup turun 1 point (-0.01%) ke level 12,213.09 masih dikarenakan krisis di Afrika yang tidak kunjung usai dan dampaknya terhadap pasokan dan harga minyak dunia.
IHSG kemarin (9/3) ditutup naik 18 point (+0.51%) ke level 3,598.67 dengan kenaikan hampir disemua sektor kecuali mining dan basic industri.
Asing kemarin (9/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp342 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining dan banking.
Secara teknikal IHSG pada tiga hari terakhir bergerak menguat dengan volume yang meningkat, namun perlu diwaspadai IHSG akan reversal melihat candle inverted hammer yang terbentuk pada perdagangan kemarin (9/3), sementara indikator stochastic berpotensi death cross di area overbought dan RSI telah bergerak melandai.
Pada perdagangan hari ini (10/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,548- 3,635 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, MYOR, dan ISAT.
Rekomendasi Saham
IHSG Tergerak Penguatan Global
Andrew Argado, analis dari Etrading Securities mengatakan, meskipun jangka pendek masih up trend, IHSG masih sulit untuk menembus resistance 3.630 dan membentuk new high. “IHSG hari ini akan bergerak di range3.567-3.630,”katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, penghalang penguatan indeks berasal dari faktor eksternal, terutama harga minyak yang fluktuatif di atas US$ 100 per barel. Selain itu situasi Libya yang belum kondusif yang berpotensi menjalar ke Saudi Arabia, sebagai kontributor 11% produksi minyak dunia.
Di tengah situasi ini, Andrew merekomendasikan buy on weakness. Terutama karena dalam koreksi jangka pendek ini, banyak saham-saham yang sudah terkoreksi. Pilihan untuk sektor pertambangan adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan TB Bukit Asam (PTBA).
Menurutnya, pelaku pasar sebaiknya mengambil momentum kenaikan harga minyak, karena kisruh Libya masih berlanjut dan mengarah ke perang saudara. Emiten batubara akan diuntungkan dengan kenaikan harga. “Turunnya produksi karena cuaca buruk pada 2010, diharapkan mulai membaik tahun ini,” ujarnya.
Saham lain yang disarankan adalah Jasa Marga (JSMR). Hal ini terkait rencana kementrian PU untuk menaikkan tarif 9 ruas jalan tol pada September 2011. "Sentimen positif lain berasal dari rencana perseroanmenambahruas jalan tol,” paparnya.
Sedangkan untuk perbankan, beberapa saham pilihan Andrew adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Jabar Banten (BJBR). "Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini,” ujarnya.
Ia menilai, saat suku bunga mulai naik untuk meng-counter inflasi, margin perbankan tetap akan tergerus. Pasalnya, berapa pun tingginya aset kredit, bank akan tetap sulit menekan biaya bunga simpanan.
Bank yang menyalurkan kredit konsumer, lebih terdiverisifikasi risiko kenaikan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL), sehingga meski terjadi penggerusan margin, resiko kredit macet kecil.
Pada perdagangan Kamis (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 11,027 poin (0,31%) ke level 3.587,648. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia, didukung volume transaksi sebesar 3.336,5 juta lembar saham, senilai Rp 3,196 triliun dan frekuensi 92.583 kali.
Sebanyak 76 saham naik, 127 saham turun dan 79 saham stagnan. Koreksi bursa diwarnai aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp29 miliar. Dimana transaksi jual mencapai Rp874 miliar dan transaksi beli sebesar Rp845 miliar. [mdr]
Jumat, 11/03/2011 07:29 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan hari Kamis (10/3) Indeks Dow Jones ditutup turun 228 point (-1.87%) ke level 11,984.61 menyusul keluarnya data Jobless Claims yang tercatat naik diikuti dengan sentimen negatif dari China dan Eropa.
IHSG kemarin (10/3) ditutup turun 11 point (-0.31%) ke level 3,587.65 menyusul kembali naiknya harga sejumlah komoditas terutama minyak. Sektor mining kemarin (10/3) menjadi motor utama penurunan, sementara yang mengalami kenaikan hanya sektor manufaktur, trade dan consumer goods.
Asing kemarin (10/3) tercatat melakukan net sell sebesar Rp6.9 milliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah mining.
Secara teknikal, setelah bergerak menguat selama lima hari terakhir, pada perdagangan kemarin (10/3) IHSG ditutup melemah dengan candle membentuk hanging man menandakan adanya potensi bearish reversal, sementara indikator stochastic membentuk death cross di area overbought dan RSI telah bergerak downtrend.
Pada perdagangan hari ini (11/3), IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penurunannya dan bergerak dikisaran 3,520-3,621 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INTP, MYOR, dan BMTR.
- AKRA : AKR Corporindo Anggarkan Capex USD110 Juta
- BORN : 2010, Catatkan Produksi 1.95 Juta Ton
- BRAU : Rencanakan Buyback Surat Utang US$450 Juta
- PTBA : Laba Bukit Asam Melandai 26,4%
- TRIO : 5 Bank Kucuri Trikomsel Rp1 Triliun dan US$15 Juta
- Economy: Inflasi bakal kerek BI Rate 0,25%
- Economy: Kebal Azas Cabotage, Kapal Migas Asing Dilindungi PP Khusus
- Industry: Penjualan semen Januari 2011, naik 5%
- INTP (BoW)
- BMTR (Spec Buy)
- AALI (Spec Sell)
- UNTR (Spec Sell)
- INCO (Trading Sell)
- MYOR (SoS).
Rekomendasi Saham
IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 18 poin seiring terus masuknya dana asing di lantai bursa. Positifnya IHSG hari ini merupakan penutupan perdagangan kelimanya menguat secara berturut-turut.
Pada perdagangan, Rabu (9/3/2011), IHSG bertambah 18,361 poin (0,51%) ke level 3.598,675. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,598 poin (0,56%) ke level 644,042.
"Memasuki pertengahan pekan ini, IHSG masih bisa mencatatkan kinerja positif. Bahkan sempat menyentuh kembali level 3.600. Penguatan lanjutan di minggu kedua ini berbeda dengan pergerakan IHSG di minggu kedua Februari dimana bergerak melemah di awal pekan setelah penguatan di akhir pekan sebelumnya," ujar Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Setelah terus menerus menguat dan sempat menembus level 3.600, posisi IHSG mulai rawan. Meski daya beli masih cukup besar, namun koreksi yang menyambangi sebagian besar bursa regional akan menghambat laju IHSG. Pada perdagangan Kamis (10/3/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif cenderung melemah.
Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Outlook yang kurang baik dari Texas Instruments sukses 'menggerogoti' Nasdaq sehingga ditutup melemah. Namun penguatan saham International Business Machines Corp (IBM) berhasil menahan penurunan Dow Jones.
Pada perdagangan Rabu (9/3/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 1,29 poin (0,01%) ke level 12.213,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,80 poin (0,14%) ke level 1.320,02 dan Nasdaq melemah 14,05 poin (0,51%) ke level 2.751,72.
Bursa Jepang juga bergerak melemah. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan penurunan 68,08 poin (0,64%) ke level 10.521,42.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (+0.51%) ke level 3,598.67 dengan kenaikan hampir disemua sektor kecuali mining dan basic industri. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp342 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining dan banking. Secara teknikal IHSG pada tiga hari terakhir bergerak menguat dengan volume yang meningkat, namun perlu diwaspadai IHSG akan reversal melihat candle inverted hammer yang terbentuk pada perdagangan hari ini, sementara indikator stochastic berpotensi death cross di area overbought dan RSI telah bergerak melandai. Pada perdaganga besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,548-3,635 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, MYOR, dan ISAT.
'JPFA Berhasil Break Resisten, Buy'
JPFA-11-03-09
JPFA berhasil menembus resistennya di level 3150. Penembusan ini berpeluang membawa JPFA menguat menuju level 3450. Jika level 3450 mampu ditembus, maka JPFA berpeluang kembali Uptrend dengan target selanjutnya 3950. Rekomendasi: Buy, Stoploss di 2950.
Kamis, 10/03/2011 07:50 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan Rabu (9/3) Indeks Dow Jones kembali ditutup turun 1 point (-0.01%) ke level 12,213.09 masih dikarenakan krisis di Afrika yang tidak kunjung usai dan dampaknya terhadap pasokan dan harga minyak dunia.
IHSG kemarin (9/3) ditutup naik 18 point (+0.51%) ke level 3,598.67 dengan kenaikan hampir disemua sektor kecuali mining dan basic industri.
Asing kemarin (9/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp342 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining dan banking.
Secara teknikal IHSG pada tiga hari terakhir bergerak menguat dengan volume yang meningkat, namun perlu diwaspadai IHSG akan reversal melihat candle inverted hammer yang terbentuk pada perdagangan kemarin (9/3), sementara indikator stochastic berpotensi death cross di area overbought dan RSI telah bergerak melandai.
Pada perdagangan hari ini (10/3), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,548- 3,635 dengan saham- saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, MYOR, dan ISAT.
- BIPI : Siap Bayar Utang Rp592,51 Miliar
- JSMR : Daftar 9 Ruas Tol yang Naik Mulai September 2011
- SDRA : 2010, Laba Bersih Naik 68%
- BRMS : Kepemilikan BUMI di BRMS Naik Jadi 87%
- Chart in Focus
- MYOR (BoW)
- WINS (BoW)
- ISAT (Spec Buy)
- TLKM (Spec Buy)
- BHIT (Spec Buy)
- LSIP (Trading Sell).
Rekomendasi Saham
IHSG Tergerak Penguatan Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat berkat lonjakan saham-saham perbankan. IHSG membaik bersamaan dengan pulihnya bursa regional merespons turunnya harga minyak mentah dunia.
Pada perdagangan, Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,816 poin (0,44%) ke level 640,444.
"IHSG terus melaju di area positif pasca diumumkannya BI rate yang ditahan di level 6,75% dan inflasi bulanan yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Meski beberapa bursa saham di awal pekan sempat mengalami pelemahan karena terpengaruh oleh bursa saham AS dan Eropa karena imbas kenaikan harga minyak dunia namun, IHSG tetap mampu bertahan di area positif," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Penguatan bursa-bursa utama dunia akan menginspirasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor akan melanjutkan aksi beli selektifnya, sehingga membuat IHSG pada perdagangan Rabu (9/3/2011) akan bergerak di teritori positif.
Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat berkat proyeksi Bank of America (BoA) yang mengesankan dan turunnya harga minyak berhasil. Pasar sudah menunjukkan tanda-tanda ketangguhannya setelah sempat terhempas oleh tingginya harga minyak.
Pada perdagangan Selasa (8/3/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 124,58 poin (1,03%) ke level 12.214,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,69 poin (0,89%) ke level 1.321,82 dan Nasdaq menguat 20,14 poin (0,73%) ke level 2.765,77.
Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 82,04 poin (0,78%) ke level 10.607,23.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (+0.52%) ke level 3,580.31 dengan sektor mining sebagai mesin penggerak utama kenaikan bursa hari ini menutupi penurunan yang terjadi di sektor banking Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp 71 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining. Secara teknikal IHSG pada perdagangan besok (9/3) diperkirakan akan mengalami koreksi melihat IHSG sudah menyentuh garis upper band, indikator RSI telah bergerak melandai dan stochastic yang telah berada pada area overbought dalam empat hari terakhir perdagangan. IHSG besok diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,529-3,630 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PTBA, KRAS dan GZCO.
Pada perdagangan, Selasa (8/3/2011), IHSG menguat 18,597 poin (0,52%) ke level 3.580,314. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,816 poin (0,44%) ke level 640,444.
"IHSG terus melaju di area positif pasca diumumkannya BI rate yang ditahan di level 6,75% dan inflasi bulanan yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Meski beberapa bursa saham di awal pekan sempat mengalami pelemahan karena terpengaruh oleh bursa saham AS dan Eropa karena imbas kenaikan harga minyak dunia namun, IHSG tetap mampu bertahan di area positif," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management (ISAM).
Penguatan bursa-bursa utama dunia akan menginspirasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor akan melanjutkan aksi beli selektifnya, sehingga membuat IHSG pada perdagangan Rabu (9/3/2011) akan bergerak di teritori positif.
Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat berkat proyeksi Bank of America (BoA) yang mengesankan dan turunnya harga minyak berhasil. Pasar sudah menunjukkan tanda-tanda ketangguhannya setelah sempat terhempas oleh tingginya harga minyak.
Pada perdagangan Selasa (8/3/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 124,58 poin (1,03%) ke level 12.214,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,69 poin (0,89%) ke level 1.321,82 dan Nasdaq menguat 20,14 poin (0,73%) ke level 2.765,77.
Bursa Jepang juga langsung ikut menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 82,04 poin (0,78%) ke level 10.607,23.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (+0.52%) ke level 3,580.31 dengan sektor mining sebagai mesin penggerak utama kenaikan bursa hari ini menutupi penurunan yang terjadi di sektor banking Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp 71 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah mining. Secara teknikal IHSG pada perdagangan besok (9/3) diperkirakan akan mengalami koreksi melihat IHSG sudah menyentuh garis upper band, indikator RSI telah bergerak melandai dan stochastic yang telah berada pada area overbought dalam empat hari terakhir perdagangan. IHSG besok diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,529-3,630 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PTBA, KRAS dan GZCO.
Rekomendasi Hari ini : Rabu 9/3/2011.
PTBA break EMA 20 dan 50 dg vol yg besar.
Semoga lanjut today ya… target sementara di 21500
Disclaimer ya..
Selasa, 08/03/2011 07:47 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Bergerak Hati-hati
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat berkat penguatan saham-saham perbankan. Investor terus melanjutkan aksi beli selektif sehingga bisa mengubah arah IHSG yang sempat dibuka melemah.
Pada perdagangan awal pekan, Senin (7/3/2011), IHSG ditutup menguat 18,814 poin (0,53%) ke level 3.561,717. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,805 poin (0,75%) ke level 637,628.
"IHSG masih bergerak naik setelah penguatan lumayan besar di akhir pekan kemarin dan menjadi salah satu indeks saham yang bergerak menguat di tengah pelemahan bursa saham di kawasan Asia Pasifik. Kenaikan terus berlanjut setelah investor asing memburu saham-saha mbank dengan total pembelian bersih Rp 471 miliar," jelas Reza Priyambada Managing Research Indosurya Asset Management.
Pergerakan bursa-bursa utama dunia yang cukup variatif di tengah harga minyak yang juga belum surut membuat investor tetap berhati-hati. IHSG pada perdagangan Selasa (8/3/2011) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Bursa Wall Street tadi malam kembali dilanda aksi jual terutama atas saham-saham teknologi. Indeks saham pun merosot di tengah harga minyak yang belum juga surut.
Pada perdagangan Senin (7/3/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot 79,85 poin (0,66%) ke level 12.090,03. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 11,02 poin (0,83%) ke level 1.310,13 dan Nasdaq melemah 39,04 poin (1,40%) ke level 2.745,63.
Namun Bursa Jepang memilih bergerak menguat. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Selasa ini dengan kenaikan 38,02 poin (0,36%) ke level 10.543,04.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 18 point (-0.53%) ke level 3,561.72 setelah sempat dibuka turun dikarenakan kembali naiknya harga minyak dunia. Namun optimisme investor tinggi akan pasar Indonesia membuat IHSG akhirnya ditutup di zona positif. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp443 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah banking dan mining. Secara teknikal IHSG membentuk pola hanging man yang mengindikasikan akan adanya reversal, indikator MACD masih mencoba memasuki area positif dan stochastic sudah berada di area overbought, dan MA 5 berpotensi golden cross dengan MA 60. Pada perdagangan besok (8/3) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,507-3,569 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BRPT, HRUM, dan PGAS.
Selasa, 08/03/2011 07:34 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pada perdagangan kemarin (7/3) Indeks Dow Jones kembali ditutup turun 79 point (-0.66%) ke level 12,090.03 masih dikarenakan tingginya harga minyak dunia sebagai akibat krisis politik Afrika Utara meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya perekonomian AS.
IHSG sendiri kemarin (7/3) ditutup naik 18 point (-0.53%) ke level 3,561.72. Asing pada kemarin (7/3) tercatat melakukan net buy sebesar Rp443 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah banking dan mining.
Secara teknikal IHSG membentuk pola hanging man yang mengindikasikan akan adanya reversal. Indikator MACD masih mencoba memasuki area positif dan stochastic sudah berada di area overbought, dan MA5 berpotensi golden cross dengan MA60.
Pada perdagangan hari ini (8/3) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,507-3,569 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BRPT, HRUM, dan PGAS.
Senin, 07/03/2011 08:24 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Dibayangi Tingginya Harga Minyak
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan lalu bergerak cukup fluktuatif. IHSG berhasil keluar dari tekanan tingginya harga minyak mentah dan berhasil bertahan di level 3.500. IHSG mendapatkan sentimen positif dari rendahnya inflasi Februari yang hanya 0,13%.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (28/2/2011), IHSG menguat 26,828 poin (0,77%) ke level 3.470,348.
- Selasa (1/3/2011), IHSG melaju 42,269 poin (1,21%) ke level 3.512,617.
- Rabu (2/3/2011), IHSG terkoreksi 26,420 poin (0,76%) ke level 3.486.
- Kamis (3/3/2011), IHSG naik tipis 8,342 poin (0,23%) ke level 3.494,539.
- Jumat (4/3/2011), IHSG melesat 48,364 poin (1,38%) ke level 3.542,903.
"IHSG bergerak hampir sama seperti awal pekan Februari dimana berhasil mencatatkan penguatan di akhir pekan. Tetapi, ada perbedaan dimana saat itu penguatan tidak disertai dengan kenaikan volume dan nilai total transaksi," jelas Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management.
Gerak bursa-bursa utama dunia yang kembali lesu akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Senin (7/3/2011), IHSG diprediksi akan kembali bergerak lesu karena pengaruh lemahnya bursa global.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali melemah akibat bayangan tingginya harga minyak. Pada perdagangan Jumat (5/3/2011) waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 88,32 poin (0,72%) ke level 12.169,88. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 9,82 poin (0,74%) ke level 1.321,15. Indeks Komposit Nasdaq melemah 14,07 poin (0,50%) ke level 2.784,67.
Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Senin ini dengan pelemahan. Indeks Nikkei-225 dibuka turun 66,69 poin (0,62%) ke level 10.626,97.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup naik 48 point (+1.38%) ke level 3,542.90 menyusul sentimen positif dari bursa AS, turunnya harga minyak dunia setelah mengalami kenaikan dalam tiga hari berturut - turut, serta keluarnya data BI rate yang masih tetap di level 6.75%. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp837 miliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah banking dan mining. Secara teknikal indikator RSI masih bergerak uptrend dan stochastic memasuki area overbought membuka peluang untuk melanjutkan penguatan meski terbatas. Pada perdagangan Senin IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,513-3,588 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. SMGR, BBRI, dan UNTR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar